Kisah Sebelumnya klik disini
Kata Abdullah: Maka sahabat-sahabat yang hadir itu terdiam. Demi Allah! Mereka tidak menjawab apa yang dikatakan oleh Abu Bakar.
Umar r.a. berkata, “Wahai orang-orang Islam! Apakah yang menyebabkan kalian tidak menyahut seruan khalifah Rasulullah?
Padahal ia telah menyeru kalian kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepada kalian (kejayaan di dunia dan di akhirat)? Ketahuilah, seandainya itu merupakan keuntungan duniawi yang mudah diperoleh dari perjalanan yang tidak begitu jauh, kalian bersegera meraihnya.”
Padahal ia telah menyeru kalian kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepada kalian (kejayaan di dunia dan di akhirat)? Ketahuilah, seandainya itu merupakan keuntungan duniawi yang mudah diperoleh dari perjalanan yang tidak begitu jauh, kalian bersegera meraihnya.”
Amr bin Sa’id r.a. bangun dan berkata, “Hai lbnu al Khaththab, apakah kamu membuat perumpamaan untuk kami seperti perumpamaan orang orang munafik? Maka apakah yang menghalangi engkau untuk menjawab seruan itu lebih dahulu?”
Umar r.a. berkata, “Sesungguhnya Ia mengetahui bahwa aku pasti akan menjawab seruannya sekiranya ia menyeruku dan aku akan keluar berperang sekiranya ia mengirimku untuk berangkat dalam perang itu.”
Karena itu Amr bin Sa’id berkata, “Akan tetapi kami tidak akan pergi berperang karena kalian, jika kami berperang, tetapi karena Allah semata mata.”
Jawab Umar, “Semoga Allah memberi taufik kepadamu. Kamu telah berbuat baik.”
Abu Bakar berkata kepada Amr, “Duduklah! Semoga Allah merahmatimu. sesungguhnya Umar tidak bermaksud untuk melukai perasaan seorang muslim dengan perkataannya, sebagaimana yang telah engkau dengar, tidak juga untuk mencercanya, akan tetapi ia hanya bertujuan untuk membangkitkan orang-orang yang cenderung untuk bersenang-senang di rumah supaya bangkit untuk berjihad.”
Setelah mendengar perkataan Abu Bakar, Khalid bin Sa’id bangkit lalu berkata, “Benarlah apa yang telah diucapkan oleh khalifah Rasulullah, duduklah engkau, wahai saudaraku.”
Amr pun duduk, sedang Khalid mulai berkata, “Segala puji bagi Allah, yang tidak ada Tuhan selain Dia, Dia yang mengutus Muhammad dengan petunjuk dan agama yang hak, supaya Dia memenangkannya di atas segala agama, walaupun kaum musyrikin membencinya. Segala puji bagi Allah yang telah menunaikan janji-Nya, menzhahirkan ancaman-Nya, memusnahkan musuh-Nya dan kami bukanlah dari kalangan orang-orang yang menentang dan bukan juga orang-orang yang berselisih. Dan engkau adalah Seorang pimpinan yang suka memberi nasihat lagi simpatik. Kami akan berangkat sekiranya engkau meminta kami untuk berangkat. Kami akan menaati engkau sekiranya engkau memerintah kami.”
Setelah mendengar perkataan Khalid, Abu Bakar merasa gembira lalu berkata kepada Khalid, “Semoga Allah memberikan balasan kepadamu dengan kebaikan sebagai seorang saudara dan kekasih. Sesungguhnya engkau memeluk Islam dengan kegairahari dan engkau telah berhijrah dengan mengharapkan ganjaran. Engkau telah melarikan diri dengan agamamu dari orang-orang kaflr semata-mata agar Allah dan Rasul-Nya ridha kepadamu dan untuk meninggikan’ kalimah Allah. Engkaulah amir untuk orang-orang nantinya, maka berjalanlah, semoga Allah merahmatiniu.”
Kemudian Abu Bakar turun dari mimbar dan Khalid pulang ke rumahnya untuk mengadakan persiapan. Abu Bakar memerintahkan Bilal agar menyeru kepada orang banyak, “Wahai manusia, berangkatlah kalian untuk berjihad melawan orang-orang Romawi di Syam!”
Orang banyak mengira bahwa amir mereka adalah Khalid bin Sa’id r.a. dan mereka tidak merasa ragu-ragu dengan pengangkatan Khalid sebagai amir mereka. Khalid telah datang untuk berkumpul sebelum orang lain. Orang-orang pun mulai berkumpul di markas, semakin lama semakin banyak, dari sepuluh menjadi dua puluh, tiga puluh, empat puluh, lima puluh, dan seratus orang, hingga terkumpul jumlah yang sangat banyak.
Pada suatu hari Abu Bakar keluar dengan diiringi beberapa orang sahabat hingga mereka sampai di markas tentara-tentara Islam itu. Dia melihat jumlah yang cukup banyak, tapi ia belum rela untuk melawan Romawi. Ia berkata kepada sahabat-sahabatnya, “Bagaimana pendapat kalian mengenai mereka, sekiranya aku mengirimkan mereka ke Syam dengan jumlah seperti ini?”
Maka Umar menjawab, “Aku tidak ridha dengan jumlah yang sedikit ini untuk berhadapan dengan tentara Romawi yang banyak.”
Kemudian Abu Bakar berkata kepada sahabat-sahabatnya, “Bagaimana pendapat kalian?”
Mereka menjawab, “Kami sependapat dengan Umar.”
Abu Bakar berkata, “Apakah sebaiknya aku menulis surat kepada penduduk Yaman, menyeru mereka supaya berangkat jihad dan mendorong mereka supaya mendapatkan pahalanya?”
Semua sahabat berpandangan demikian, lalu mereka berkata, “itu baik saja. Apa yang menjadi pendapatmu, lakukanlah.”
Abu Bakar pun menulis surat itu.
