Diriwayatkan oleh Thabarani dari Abdullah bin Muhammad, dan dari Umar dan Ammar, dua anak lelaki Hafsh, dari ayah mereka, dari kakek mereka, bahwa mereka telah berkata: Bilal datang rnenernui Abu Bakar r.a. lalu berkata, “Wahai Khalifah Rasulullah! Sesungguhnya aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, ‘Amalan orang-orang beriman yang paling afdhal adalab jihad di jalan Allah.’ Maka aku berkeinginan untuk menjaga perbatasan negeri ini demi Allah sehingga aku mati”
Abu Bakar r.a. berkata, “Aku bersumpah dengan nama Allah kepadamu, hai Bilal! Demi kehormatanku dan hakku, sungguh, usiaku telah lanjut, kekuatanku telah lemah dan ajalku semakin dekat.” Maka Bilal pun tinggal bersama Abu Bakar.
Ketika Abu Bakar meninggal dunia, Umar datang dan berkata kepada Bilal seperti perkataan Abu Bakar r.a.. Akan tetapi Bilal menolaknya, maka Umar berkata kepadá Bilal, “Siapakah yang akan mengumandangkan adzan, hai Bilal?”
Jawab Bilal, “Sa’d, karena sesungguhnya ia pernah beradzan di masjid Quba’ pada zaman Rasulullah saw..”
Kemudian Umar rnenverahkan tugas mengumandangkan adzan itu kepada Sa’d dan kepada para penggantinya sepeninggalnya.
Al Haitsaini berkata (juz 5, hal. 274): dalam sanadnya terdapat Abdurrahman bin (Sa’d) bin Ammar, ia adalah dha’if. — selesai.
Ibnu Sa’d juga meriwayatkannya (juz 3, hal. 168) dengan sanad ini, serupa hadits tersebut.
Diriwayatkan dari Musa bin Muhammad bin Ibrahim at Taimi, dari ayahnya, katanya: Ketika Rasulullah saw. wafat, Bilal mengumandangkan adzan, ketika itu Rasulullah saw. belum dikuburkan. Bila Bilal mengumandangkan syahadah (Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah pesuruh Allah), banyak orang yang menangis di dalam masjid.
Kemudian Rasulullah saw. dikebumikan, Abu Bakar r.a. berkata kepad a Bilal, “Adzanlah kamu.”
Kata Bilal. “Jika engkau dahulu memerdekakan aku agar aku selalu menyertainiu, maka itulah jalannya. Namun jika engkau memerdekakan aku karena Allah, maka lepaskanlah aku untuk bersama Dzat Yang demi Dia engkau merdekakan aku.”
Kata Abu Bakar, “Aku telah memerdekakanmu semata-mata karena Allah.”
Kata Bilal, “Sesungguhnya aku tidak akan mengumandangkan adzan untuk siapa pun setelah Rasulullah saw. wafat.”
Kata Abu Bakar, “Terserah kepadamu.”
Kemudian Bilal tetap tinggal hingga keluar rombongan yang akan dikirim ke Syam, lalu Bilal menyertai mereka sampai di Syam.
Dari Sa’id bin al Musayyab, bahwa ketika Abu Bakar r.a. duduk di atas mimbar pada hari Jurnát, Bilal berkata, “Hai Abu Bakar!”
Jawab Abu Bakar “Labbaik, ada apa?”
Kata Bilal, “Apakah engkau dulu memerdekakanku karena Allah atau untuk dirimu sendiri?”
Jawab Abu Bakar, “Karena Allah semata-mata.”
Satubut Bilal, “Kalau begitu, izinkanlah aku mengikuti perang di jalan Allah.”
Maka Abu Bakar pun mengizinkannya, lalu ia pergi ke Syam hingga wafat di sana. Diriiwayatkan oleh Abu Nuáim dalam kitab al Hilyah (1/ 150)
— serupa hadits tersebut
By. Kisah Sahabat. http://www.kisahsahabat.com/
