Keberangkatan Nabi Saw.. Menuju Perang Badar dan Musyawarah Rasulullah saw. Bersama Para Sahabat, serta Pendapat-Pendapat Para Sahabat R.a.

0
Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan Ibnu Mardawaih — dan lafal hadits menurut riwayatnya -, dari Abu ‘Imran, bahwa ia mendengar Abu Ayyub al Anshari r.a. berkata: Rasulullah saw. bersabda ketika kami berada di Madinah, “sesungguhnya telah diberitahukan kepadaku mengenai kafilah dagang Abu Sufyan yang sedang menuju ke sini). Maukah kalian berangk at untuk menahari kafilah itu, semoga Allah memberikan harta mereka sebagai harta rampasan untuk kita?” 
Kami pun menjawab, “Baiklah (kami bersedia).”
Kemudian Rasulullah saw. berangkat bersama kami. Setelah menghabiskan perjalanan sehari atau dua hari, Rasulullah saw. bersabda kepada kami, “Bagaimanakah pendapat kalian. mengenai mereka? Apa yang harus kita lakukan pada orang-orang Quraisy Makkah ini, karena mereka telah mengetahui kedatangan kita?” 
Kami pun menjawab, “Tidak, demi Allah! Kami tidak mampu memerangi mereka, karena kami hanya bermaksud menghadang kafilah dagang itu.” 
Kemudian beliau bertanya, “Bagaimana pendapat kalian apabila berperang melawan mereka?” Kami pun menjawab seperti sebelumnya. 
Karena itu, Miqdad bin Amr r.a. berdiri dan berkata, “Jika memang demikian, wahai Rasulullah, kami tidak akan berkata kepada engkau sebagaimana yang dikatakan oleh kaum Musa kepada Musa a.s., ‘Pergilah engkau bersama Tuhanmu, dan berperanglah engkau berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja.” 
Abu Ayyub berkata, “Wahai sekalian Anshar! Kami berharap seandainya kami mengatakan seperti yang dikatakan al Miqdad, niscaya itu lebih kami sukai daripada memperoleh harta yang banyak.” 
Kemudian Allah Swt. menurunkan ayat berikut ini kepada Rasul-Nya, 
“Sebagaimana Rabbmu menyuruhmu pergi dari rumahmu dengan kebenaran, padahal sesungguhnya sebagian dari orang-orang yang beriman itu tidak menyukainya,” (Qs. al Anfal ayat 5) 
Sebagaimana tercantum dalam’ al Bidayah (3/263).-Ia telah menceritakan hadits itu dengan lengkap dalam Majma’ az Zawa’id (juz 6, hal. 73); lalu berkata (juz 6, hal. 74) bahwa ath Thabarani telah meriwayatkannya, dan sanadnya adalah hasan. — selesai. 




Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, dalam kitab al Bidayah (3/ 261) dan Anas r.a., katanya: Nabi saw. bermusyawarah dengan sahabat-sahabatnya mengenai keberangkatannya menuju Badar. Abu Bakar r. a. memberikan pendapatnya, kemudian Rasulullah meminta pendapat dari sahabat-sahabat yang lain. Umar r.a. memberi saran kepada beliau, lalu beliau meininta saran kepada para sahabat lain. 
Beberapa orang Anshar berkata, “Yang diminta Rasulullah saw. adalah pendapat kaliah, wahai orang-orang Anshar!” 
Beberapa orang Anshar lain ada yang berkata, “Wahai Rasulullah, jika memang demikian, kami tidak akan berkata sebagaimana yang dikatakan oleh Bani Israil kepada Musa a.s.. Mereka berkata: (Pergilah kamu bersama Tuhanmu, dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sinisaja.) Akan tetapi demii Diayang telah mengutus engkau dengan kebenaran — sekiranya engkau pergi sampai ke Bark al Ghimad (adalah nama satu terripat di Yaman), pasti kami akan mengikuti engkau.” 
Ibnu Katsir berkata: ini adalah tiga sanad yang shahih menurut syarat hadits shahih. 
Dalam riwayat Imam Ahmad juga, dari Anas r.a.: Sesungguhnya Rasulullah saw. telah bermusyawarah dengan sahabat-sahabatnya ketika kabar akan datangnya kafilah Abu Sufyan dari Syam sampai kepada beliau. Abu Bakar r. a. berbicara menyampaikan usulan, tapi beliau tidak menyetujui usulnya. Umar r.a. berbicara menyampaikan usulan, tapi beliau tidak menyetujui usulnya. Kemudian bangunlah Sa’d bin Ubadah dan berkata, “Sesungguhnya yang dimaksud Rasulullah saw. adalah kami, ‘Demi Dia yang memegang nyawaku! Jika engkau memerintahkan kami agar menyeberangi lautan dengan kuda-kuda kami, pasti kami akan menyeberanginya. Jika engkau memerintahkan kami untuk menunggang unta kami sampai di Bark al Ghimad, maka kami akan melakukannya.” 
Kemudian Rasulullah saw. menyuruh orang banyak untuk berangkat. Demikian tercantum dalam kitab al Bidayah (juz 3, hal. 263). Ibnu Asakir juga meriwayatkannya dari Anas, semisal hadits tersebut, seperti tersebut dalam Kanz al Ummal (juz 5, hal. 273). 
Dikeluarkan oleh Ibnu Mardawaih dari Alqamah bin Waqqash al Laitsi r.a., katanya: Rasulullah saw. berangkat ke Badar hingga ketika sampai di suatu tempat bernama Rauha’, beliau saw. berkata kepada orang banyak, “Bagaimana pendapat kalian?” 
Abu Bakar r.a. berkata, “Wahai Rasulullah, telah sampai ke pengetahuan kami bahwa mereka membawa perbekalan dan pasukan yang banyak.” 
Kemudian Rasulullah saw. berkata lagi kepada orang banyak, “Bagaimana pendapat kalian?” Kemudian Umar r.a. mengatakan seperti yang dikatakan Abu Bakar r.a.. 
Lalu Rasulullah saw. berkata lagi kepada orang banyak, “Bagaimana pendapat kalian?” 
Maka Sa’d bin Muáz r.a. berkata, “Ya Rasulullah, pendapat kamikah yang engkau inginkan? Demi Dia yang telah memuliakan engkau dan menurunkan kitab kepada engkau, aku tidak pernah mengikuti jalan yang ingin engkau tempuh itu dan aku juga tidak mempunyai pengetahuan tentang itu. Dan sungguh, seandainya engkau berjalan hingga tiba di Bark al Ghimad di Yaman, pasti kami akan berjalan bersamamu ke sana. Kami tidak akan menjadi seperti kaum yang berkata kepada Musa a.s., (Pergilah kamu bersama Tuhanmu dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja.) Akan tetapi sebaliknya, kami akan berkata, ‘Pergilah engkau bersama Tuhanmu dan berperanglah kalian berdua, sesungguhnya kami akan mengikuti engkau.’ Dan barangkali engkau pergi untuk satu tujuan, dan ternyata Allah menentukan yang selain itu untukmu, maka perhatikan apa yang telah Allah tentukan untukmu lalu berjalanlah terus. Sambunglah tali orang yang engkau kehendaki dan putuskan tali orang yang engkau kehendaki. Perangilah siapa yang engkau kehendaki dan berdamailah dengan siapa saja yang engkau kehendaki. Ambillah harta-harta kami sebanyak yang engkau kehendaki.” 
Karena itu Allah Swt. menurunkan ayat berikut ini berkaitan dengan 
ucapan Sa’d r.a.: 
“Sebagaimana Rabbmu menyuruhmu pergi dari rumahmu dengan kebenaran, padahal sesungguhnya sebagian dari orang-orang yang beriman itu tidak menyukainya, mereka membantahmu dengan kebenaran sesudah nyata (bahwa mereka pasti menang), seolah-olah mereka dihalau kepada kematian, sedang mereka melihat (sebab-sebab kematian itu). 
Dan (ingatlah), ketika Allah menjanjikan kepadamu bahwa salah satu dari dua golongan (yang kamu hadapi) adalah untukmu, sedangkan kamu menginginkan bahwa yang tidak mempunyai kekuatan senjatalah yang untukmu, dan Allah menghendaki untuk membenarkan dengan ayat-ayat-Nya dan memusnahkan orang-orang kafir, agar Allah menetapkan yang hak (Islam) dan membatalkan yang bathil (syirik) walaup un orang-orang yang berdosa (musrik) itu tidak menyukainya. 
(Ingatlah), ketika kamu memohon pertolongan kepada Rabbmu, lalu diperkenankan-Nya bagimu, “Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepadamu dengan seribu malaikat yang datang berturut -turut.” Dan Allah tidak menjadikannya (mengirim bala bantuan itu), melainkan sebagai kabar gembira dan agar hatimu menjadi tenteram karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dan sisi Allah. Sesungguhny& Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (ingatlah), ketika Allah menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penenteraman dari-Nya, dan Allah menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk menyucikan kamu dengan hujan itu dan menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan syetan dan untuk menguatkan hatimu dan memperteguh dengannya telapak kaki (mu). (ingatlah), ketika Rabbmu mewahyukan kepada para malaikat, “Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkanlah (pendirian) orang-orang yang telah beriman.” Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala-kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka. (Ketentuan) yang demikian itu adalah karena sesungguhnya merka menentang Allah dan Rasul-Nya, dan barangsiapa menentang Allah dan Rasul-Nya, maka Se- sungguhnya Allah amat keras siksaan-Nya. Itulah (hukum dunia yang ditimpakan atasmu), maka rasakanlah hukuman itu. Sesungguhnya bagi orang-orang yang kafir itu ada (lagi) azab neraka.” (Qs. äl Anfal ayat 5-:14) 
Dinukilkan oleh al Umawi dalam kitabnya, al Maghazi, dengan tambahan pada perkataan Sa’d, “...ambillah harta kami sebanyak yang engkau inginkan, dan berikanlah kepada kami sebanyak yang engkau sukai. Apa yang engkau ambil dan kami, maka itu lebih kami sukai daripada yang tidak engkau .ambil. Dan apa saja yang engkau perintahkan kepada kami untuk melakukannya, pasti kami akan mengikuti perintah itu. Demi Allah, jika engkau berjalan hingga sampai di al Bark Ghuinda (istana besar di Shana’ Yaman, salah satu di antara keajaiban dunia), pasti kami akan berjalan bersamamu.” (al Bidayah [3/264]) 
Ibnu Ishaq telah menceritakannya, dan dalam iiwayatnya disebutkan: 
Sa’d bin Muádz berkata, “Demi Allah! Seolah ehgkau menginginkan pendapat kami, wahai Rasulullah?” 
Jawab Rasulullah saw., “Memang demikian.” 
Kata Sa’d, “Sesungguhnya kami telah beriman kepadamu dan membenarkanmu dan kami telah bersaksi bahwa apa yang datang bersamamu adalah hak. Kami memberimu perjanjian kami di atasnya, untuk selalu mendengar dan taat padamu. Laksanakanlah, wahai Rasulullah, apa yang engkau inginkan dan kami selalu bersamamu. Demi Dia yang telah. mengutusmu dengan kebenaran! Seandainya engkau meminta kami untuk menceburkan diri kami ke laut, lalu engkau menyelaminya, niscaya kami akan menyelaminya bersamamu, tidak ada seorang lelaki pun yang tertinggal di. kalangan kami. Kami tidak merasa benci seandainya engkau membawa kami menghadapi musuh kita esok hari. Sesungguhnya kami adalah orang orang yang sangat tahan berperang dan benar dalam medan pertempuran. Semoga Allah memperlihatkan kepadamu hal-hal yang menyenangkanmu dari diri kami. Maka teruskanlah perjalanan, wahai Rasulullah, dengan berkah dari Allah Swt..” 
Rasulullah saw. merasa gembira dengan perkataan dan kesemangatan Sa’d itu. Kemudian Rasulullah saw. bersabda, “Berjalanlah kalian dan bergembiralah! Sesungguhnya Allah telah menjanjikan aku dengan salah satu dari dua golongan. Demi Allah, seolah sekarang aku tengah melihat kebinasaan mereka.’ (al Bidayah [3/262])
Tags

Post a Comment

0Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
Post a Comment (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !