Keberangkatan Harits bin Hisyam Untuk Berjihad Disertai Dengan Kesedihan Penduduk Makkah
Diriwayatkan oleh Ibnul Mubarak dari Aswad bin Syaiban, dari Abu Naufal bin Abu Aqrab, katanya: Harits bin Hisyam r.a. telah berangkat meninggalkan Makkah, sehingga penduduk Makkah begitu susah (Mereka tidak bisa bersabar untuk berpisah dengan al Harits bin Hisyam). Sehingga tiada tersisa seorang pun yang bisa makan (Seluruh penduduk Makkah keluar untuk mengantar kepergiannya, selain anak-anak yang tengah menyusu, agar tidak menyusahkan para ibunya saat kembali). melainkan turut keluar untuk mengantar kepergiannya. Satupai ketika ia tiba di bagian atas al Bathh a’, atau di bagian yang dikehendaki Allah di sana, ia berhenti. Orang-orang pun berhenti di sekitarnya satubil menangis.
Ketika melihat kesedihan mereka, ia berkata, “Wahai manusia, sesungguhnya aku, demi Allah, tidak pergi karena aku lebih cinta kepada diriku daripada kepada kalian, tidak juga karena lebih memilih negeri lain dibanding negeri kalian, akan tetapi aku pergi ke sana semata-mata untuk urusan ini (jihad). Demi urusan ini, sekelompok lelaki Quraisy telah berangkat. Demi Allah! Mereka bukanlah dari kalangan orang-orang terhormat dan terkemuka, bukan pula termasuk suku-suku yang mulia dari kaum Quraisy. Demi Allah, seandainya gunung-gunung di Makkah berubah menjadi emas yang kami infakkan di jalan Allah, kami tetap tidak bisa menggapai satu hari pun di antara hari-hari mereka. Demi Allah! Sungguh, jika mereka telah mendahului kami di dunia, maka kami akan berusaha untuk menyamai mereka di akhirat. Maka hendaklah seseorang takut kepada Allah dalam Semua ámal yang ia lakukan untuk-Nya.”
Kemudian ia menghadap menuju Syam beserta rombongannya, kemudian ia gugur sebagai syahid — semoga Allah merahmatmnya.
Demikian tercantum dalam kitab al Istidb (juz 1, hal. 310). Al Hakim juga meriwayatkannya (juz 3, hal. 278) dari jalan Ibnu al Mubarak — serupa hadits itu.
By. Kisah Sahabat. http://www.kisahsahabat.com/
