Dorongan Sa’d bin Abi Waqqash Agar Berangkat Jihad
Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir ath Thabari (4/44), dari jalur Sa’id, dari Muhammad, Thalhah dan Ziyad r.hum. dengan sanad mereka, mereka berkata bahwa Sa’d telah berkhutbah pada perang Qadisiyah, beliau memuji Allah dan berkata, “Sesungguhnya Allah itu hak, tiada sekutu untuk-Nya di dalam kerajaan-Nya dan Dia tidak memungkiri apa yang telah dijanjikan-Nya. Allah telah berfirman:
Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir ath Thabari (4/44), dari jalur Sa’id, dari Muhammad, Thalhah dan Ziyad r.hum. dengan sanad mereka, mereka berkata bahwa Sa’d telah berkhutbah pada perang Qadisiyah, beliau memuji Allah dan berkata, “Sesungguhnya Allah itu hak, tiada sekutu untuk-Nya di dalam kerajaan-Nya dan Dia tidak memungkiri apa yang telah dijanjikan-Nya. Allah telah berfirman:
‘Dan sungguh telah Kami tulis di dalam Zabur sesudah (Kami tulis) dalam Lauhul Mahfuzh, bahwasanya bumi ini dipusakai oleh hamba hamba-Ku yang shalih.’ (Qs. al Anbiya 1.05)
Sesungguhnya ini adalah warisan untuk kalian dan janji Rabb kalian. Sesungguhnya Dia telah mengizinkannya untuk kalian sejak tiga tahun yang lalu, sehingga kalian memberi makan darinya, juga makan darinya, kalian keluarkan harta mereka, dan kalian memenjarakan mereka sampai hari ini, berkat apa yang telah diperoleh dari mereka oleh ash-hab at ayyam (hari-hari yang telah berlalu pada penangal Qadisiyah dan hari-hari di mana sebagian besar wilayah perkebunan Irak ditaklukkan melalui tangan Saifullah Khalid bin al Walid r.a. sehingga maksud keseluruhan adalah para peserta perang al Qadisiyah atau perang Irak. Atau, yang dimaksud dengan ash-hab al ayyam adalah: orang-orang yang berkorban dan bermujahadah dengan harta dan jiwa) di antara kalian. Sesungguhnya pasukan mereka telah datang kepada kalian, sedang kalian adalah para pemuka dan pemimpin bangsa Arab, sekaligus orang-orang pilihari dan setiap kabilah dan kekuatan utama orang-orang yang di belakang kalian. Sekiranya kalian meninggalkan kecintaan kepada dunia ini dan bergairah untuk mendapatkan kehidupan akhirat, Allah akan mengumpulkan untuk kalian kekayaan dunia dan akhirat. Dan itu (perang) tidak akan mendekatkan seseorang kepada ajalnya. Jika kalian hilang semangat, merasa hina, dan lemah, maka akan lenyaplah kekuatan kalian dan kalian musnahkan akhirat kalian.”
