Kisah Sahabat Nabi: Dakwah Rasulullah Saw. Kepada Dzi al Jausyan adh Dhibabi R.a.

0
Diriwayatkan oleh Thabarani dari Dzi al Jausyan adh Dhibabi, katanya: Aku menemui Rasulullah saw. setelah perang Badar berakhir, dengan menunggangi anak kudaku, sedang kudaku bernama “alQarha”. Aku berkata kepada Rasulullah saw., “Wahai Muhammad, aku datang menemuimu dengan menunggang anak alQarha ini untuk aku hadiahkan kepadamu.”

Rasulullah saw. bersabda, “Aku tidak memerlukannya. Jika kau mau, aku akan menukarnya dengan baju-baju besi pilihan dari rampasan perang Badar.” 

Aku berkata, “Aku tak mau menukarnya dengan satu ghurrah2 pun pada hari ini.” (hadits ini, kuda disebut dengan “gurrah”, sedang kebanyakan kata ini mutlak dipakai uñtuk budak laki-laki dan perempuan. Bisa juga yang dimaksud dengan ghurrah adalah segala sesuatu yang berharga. “Aku tidak akan menukarnya dengan sesuatu yang berharga yang disukai.” An Nihayah (3/354). Atau, makna keseluruhannya: “Aku tidak akan menukar kudaku dengan budak, maka bagaimana bisa aku akan menukarnya dengan baju ini ) 

Baginda saw. bersabda, “Aku tidak memerlukannya.” Kemudian beliau bersabda lagi, “Hai Dzi al Jausyan, mengapa engkau tidak memeluk agama Islam, dengan deinikian engkau akan menjadi orang-orang pertama dalam urusan (agama) ini?” 
“Tidak,” jawabku singkat. 
Rasulullah saw. bertanya, “Mengapa?” 
Aku pun memberikan alasan kepada Nabi, “Aku melihat kaummu sangat ingin menyakitimu dan menghasut ke arah itu.” 
Rasulullah saw. bersabda, “Tidakkah engkau mendengar mengenai kekalahan mereka di Badar?” 
Aku berkata, “Ya, aku telah mendengar berita itu.” 
Nabi bersabda, “Kelak kami memberi penjelasan kepadamu.” 
Aku berkata, “Aku akan masuk Islam jika engkau dapat menaklukkan Ka’bah (menguasai Makkah) dan mendudukinya.” 
Sabda Rasulullah saw., “Mudah-mudahan jika engkau masih hidup, engkau bisa menyaksikan peristiwa itu.” 

Kemudian Rasulullah saw. bersabda lagi, “Hai Bilal, ambillah karung bekal lelaki itu dan isilah dengan buah-buah kurma yang terbaik.” 

Ketika aku melangkah pergi, Rasulullah saw. bersabda, “Ketahuilah, sesungguhnya ia (Dzi al Jausyan) adalah seorang penunggang kuda terbaik di kalangan Bani Amir.” 

Beberapa lama kemudian, demi Allah, ketika aku sedang berada di tengah keluargaku di lembah kami, tiba-tiba seorang pengendara kuda datang. Aku bertanya, “Bagaimana kabar orang banyak?” 
Lelaki itu berkata, “Demi Allah, sesungguhnya Muhammad telah menguasai Ka’bah dan menempatinya.” 

Aku herkata. “Celaka ibuku kehilangan diriku (ungkapin penyesalan). Seandainya aku memeluk -Islam pada saat itu dan meininta darinya sepetak tanah dari kota Hiirah, pasti beliau akan memenuhi perinintaanku.” 

Dalam riwayat lain disebutkan: Nabi saw. bersabda kepadanya, “Apakah yang menghalangi kamu memeluk agama Islam?” 

Kata Dzi al Jausyan, “Aku melihat kaummu telah mendustakan, mengusir, dan memerangimu, maka aku akan melihat apa yang akan kau perbuat. Jika engkau dapat mengatasi mereka, pasti aku akan beriman kepadamu dan menjadi pengikutmu; seandainya mereka dapat menguasaimu, maka aku tidak akan mengikutimu.”

By. Syukron Maba. http://www.kisahsahabat.com/
Tags

Post a Comment

0Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
Post a Comment (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !