Diriwayatkan oleh Ahmad dari Adi bin Hatim, katanya: Ketika aku mengetahui bahwa Rasuluilah saw. berhijrah (ke Madinah), aku sangat tidak menyukai hijrah itu dengan kebencian yang amat sangat. Aku pun pergi hingga ke negeri Romawi. Dalam riwayat yang lain: “... hingga aku tiba di negeri Kaisar.”
Katanya: Aku tidak menyukai tempatku di situ Iebih sangat daripada ketidaksenanganku terhadap hijrahnya Rasulullah saw.. Aku berkata, “Demi Allah, mengapa tidak aku menemui lelaki itu? Seandainya ia seorang pendusta, maka hal itu tidaklah memudharatiku, dan seandainya ia seorang yang benar, maka aku pasti mengetahui kebenarannya itu.”
Aku pun menemui beliau. Ketika aku tiba di Madinah, orang banyak berkata, “Adi bin Hatim datang’ Adi bin Hatim datang!”
Aku pun masuk menemui Rasulullah saw. dan beliau bersabda kepadaku, “Hai Adi bin Hatim, masuklah ke dalam Islam, niscaya kamu akan selamat.” Beliau mengucapkannya tiga kali. Kujawab, “Aku telah beragama.”
Sabda Rasulullah saw., “Aku lebih mengetahui tentang agamamu dari pada dirimu sendiri.”
Aku bertanya, “Kamu lebih mengetahui agamaku daripada aku?”
Rasulullah saw. bersabda, “Ya. Bukankah kamu berasal dan kalangan penganut ar rukuusiyah? (paduan agama nasrani dan shabi’in) Dan kamu memakan seperempat dari rampasan
perang kaummu?” Aku menjawab, “Benar.” Lanjut beliau, “Sedangkan harta itu adalah haram bagimu menurut agamamu?”
“Benar,” jawabku.
Beliau tidak berlebihan dalam mengucapkannya sehingga aku menjadi rendah diri karenanya.
Nabi saw. bersabda, “Sesungguhnya aku mengetahui apa yang menghalangimu untuk masuk ke dalam agama Islam. Kamu telah berkata bahwa sesungguhnya yang mengikutinya (Rasulullah saw.) hanyalah orang-orang yang lemah dan tidak punya kekuatan, sedang orang-orang Arab pun telah mengusirnya. Apakah engkau mengetahui sebuah tempat yang bernama Hiirah?”
Jawabku, “Aku belum pernah mengunjunginya tetapi aku pernah mendengarnya.”
Rasulullah saw. bersabda, “Demi Dzat Yang memegang nyawaku, Allah akan menyempurnakan urusan ini (agama Islam) hingga seorang wanita dari Hiirah bepergian seorang diri dan melakukan thawaf di Baitullah tanpa dikawal seorang pun, serta Allah akan membuka perbendaharaan kekayaan Kisra bin Hurmuz (raja Persia).”
Aku bertanya, “Kisra bin Hurmuz?”
Jawab beliau, “Ya, Kisra bin Hurmuz. Dan harta bendanya akan dibagi bagikan sehingga tiada seorang pun yang bersedia menerimanya.”
Beberapa masa kemudian, Adi bin Hatim berkata, “Inilah wanita yang datang dari Hiirah dan melakukan thawaf di Baitullah tanpa perlindungan seorang pun.”
Setelah Rasulullah saw. wafat, Adi berkata, “Sesungguhnya aku menyertai mereka yang membuka kekayaan Kisra. Demi Dzat Yang memegang nyawaku, peristiwa yang ketiga pasti akan terjadi karena Nabi saw. telah mengatakannya.”
Diriwayatkan oleh Ahmad juga dan Adi bin Hatim r.a. katanya: Ketika pasukan berkuda Rasulullah saw. telah tiba, aku sedang berada di Aqrab. Kemudian mereka menangkap bibiku dan beberapa orang lainnya untuk menemui Rasulullah. Mereka membariskannya di hadapan beliau. Bibiku berkata,“ Wahai Rasuluflah, Sang duta (yaitu orang yang datang kepada kepala negara dengan membawa surat dari suatu kaum. Pendapat lain mengatakan: Mereka adalah sekelompok orang yang mulia) berada jauh dan kami, dan anak kami telah pergi, sedangkan aku adalah seorang wanita tua yang tidak punya pelayan. Maka berbuat baiklah padaku, semoga Allah berbuat baik kepadamu pula.”
Nabi saw. bersabda, “Siapakah dutamu?”
Wanita itu menjawab, “Adi bin Hatim.”
Rasulullah saw. bersabda, “Yang telah lari dari Allah dan Rasul-Nya?”
Bibiku berkata lagi, “Karena itu berbuat baiklah kepadaku.”
Ketika Rasulullah saw. kembali, seorang lelaki telah berdiri di sampingnya — kami mengira bahwa lelaki itu adalah Ali r,a.. — dan ia berkata kepada bibiku,-”Mintalah hewan tunggangan kepada beliau.”
Bibikupun memintanya kepada beliau, maka Rasulullah saw. menyuruh orangnya agar mengabulkan permintaannya. Kata Adi: Bibiku pun datang menemuiku dan berkata, “Sesungguhnya aku telah melakukan suatu perbuatan yang beum pernah dilakukan oleh ayahmu.” (lari dalam keadaan terhina sampai ditangkap dan ditawan)
Bibiku berkata, “Karena itu temuilah beliau baik dengan berharap atau pun takut. Sesungguhnya si fulan telah menemui beliau dan memperoleh sesuatu darinya dan begitu juga si fulan yang lain.”
Kata Adi: Aku pergi menemui Rasulullah saw. dan aku dapati seorang wanita dan dua orang anak kecil — atau seorang anak kecil — berada di samping Baginda saw.. Lalu Adi menceritakan bagaimana baginda saw. duduk sangat berdekatan dengan wanita dan anak-anak itu. Dan situ aku mengetahui bahwa beliau bukanlah seorang raja atau pun kaisar.
Rasullulah saw. bersabda kepadanya, “Hai Adi bin Hatim, apakah yang menyebabkan kamu lari? Apakah engkau lari karena dikatakan kepadamu: ‘Tiada Tuhan selain Allah?’ Adakah Tuhan selain Allah? Apakah yang menyebabkan kamu lari? Apakah kamu lari karena dikatakan kepadamu:
Allah Maha Besar,’ adakah yang lebih besar daripada Allah Azza wa Jalla?”
Aku pun memeluk agama Islam dan aku melihat wajah baginda saw. bersinar-sinar karena gembira kemudian bersabda, “Sesungguhnya mereka yang dimurkai adalah orang-orang Yahudi, dan yang sesat adalah orang orang Nasrani.”
Kemudian orang-orang pun meminta pertolongan dari Nabi saw. Kemudian Rasulullah saw. memuji Allah Swt. dan menyanjung-Nya, seraya bersabda, “Amma ba’du. Wahai manusia, Hendaknya kalian memberikan kelebihan hartamu. Hendaknya seseorang memberikan makanan sebanyak satu sha’ atau setengahnya, atau dengan satu genggam maupun setengahnya.”
Kata Syu’bah: Apa yang lebih aku ketahui bahwa baginda saw. bersabd a, “Walaupun hanya dengan sebiji kurma atau separuhnya. Dan sesungguhnya salah seorang di antara kalian akan bertemu dengan Allah, maka ada suara berseru seperti ini: ‘Bukankah Aku telah menciptakan kamu Sebagai orang yang dapat melihat dan mendengar? Bukankah Aku telah mengaruniakan kepadamu harta dan anak-anak? Jika deinikian adanya, bagaimanakah kamu telah mempergunakan semua itu?’ Kemudian orang yang diberi pertanyaan seperti itu akan melihat ke sekelilingnya, ke kiri dan ke kanan, ke depan dan ke belakang, namun ia tidak melihat apa pun. Maka tidak ada seorang pun yang dapat menyelamatkan diri dari api neraka melainkan dengan kasih sayang Allah Swt.. Oleh karena itu, takutlah kalian semua terhadap api neraka walaupun dengan separuh buah kurma, atau jika tidak mampu berbuat deinikian maka hendaklah berkata dengan lemah lembut. Sesungguhnya aku tidak takut jika kefakiran menimpamu, karena Allah pasti akan memberikan pertolongan kepadamu - atau memberi kemenangan kepadamu — hingga akan ada seorang wanita yang bepergian dan Hiirah ke Yatsrib dengan aman. Ketika itu yang paling ditakuti orang-orang adalah perampokan yang sering menimpa wanita Hiirah.”
By. Kisah Sahabat. http://www.kisahsahabat.com/
