Pengingkaran Terhadap Orang-Orang Yang Menunda nunda Keberangkatan di Jalan Allah
Celaan Nabi saw. Terhadap Ibnu Rawahah
Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari Ibnu Abbas r.hum. bahwa Rasulullah saw. telah mengirim satu rombongan pasukan ke Mu’tah. Rasulullah saw. mengangkat Zaid sebagai amir jamaah itu. Apabila Zaid terbunuh, maka digantikan oleh Ja’far. Apabila Ja’far pun terbunuh, maka digantikan oleh Ibnu Rawahah.
Namun Abu Rawahah menunda keberangkatannya bersama paukan. Dia pun mengerjakan shalat (Jumát) bersama Rasulullah saw.. Ketika Rasulullah saw. melihatnya, beliau pun bertanya, “Apa yang membuat engkau menunda keberangkatanmu?”
Jawab Ibnu Rawahah, “Aku ingin mengerjakan shalat bersama engkau.”
Rasulullah saw. bersabda, “Sepagi atau sepetang di jalan Allah adalah lebih baik daripada dunia dan segala isinya.”
Demikian tercantum dalam kitab al Bida,yah (juz 4, hal. 242). Ibnu Abu Syaibah juga meriwayatkannya dari Ibnu Abbas — semisal itu; sebagaimana tersebut dalam al Kanz (juz 5, hal. 309).
Diriwayatkan oleh Imam Ahmad juga dan Ibnu Abbas r.hum, katanya:
Rasulullah saw. mengutus Abdullah bin Rawahah r.a. dalam sam sari3yah. Kebetulan han keberangkatannya adalah pada han Jumát.
Maka Abdullah menyuruh teman-temannya berangkat duluan dan berkata, “Aku menunda kepergianku karena ingin mengerjakan shalat Jumat bersama Rasulullah saw., setelah itu aku akan menyusul mereka.”
Ketika Rasulullah saw. selesai shalat, beliau masih melihat Abdullah bin Rawahah berada di situ, kemudian bertanya kepadanya, “Apa yang menghalangimu untuk berangkat pagi-pagi bersama sahabat-sahabatmu?”
Ia menjawab, “Aku ingin mengerjakan shalat Jumát bersama engkau. Setelah itu aku akan menyusul mereka.”
Maka Rasulullah saw. bersabda, “Jika engkau membelanjakan semua yang ada di atas muka bumi ini, pasti engkau tidak akan dapat mencapai pahala yang mereka peroleh sejak pagi ini.”
Hadits ini telah diriwayatkan at Tirmidzi, kemudian ia mencacatkannya dengan pernyataan yang ia riwayatkan dan Syu’bah, bahwa Syu’bah berkata: al Hakam tidak mendengar dari Miqsam selain lima hadits saja, dan ini tidak termasuk di antara lima hadits itu.
Demikian tercantum dalam kitab al Bidayah (juz 4 hal. 242).
By. Kisah Sahabat. http://www.kisahsahabat.com/
