Diriwayatkan juga oleh ath Thabari (4/5 7) dari Abu al Waddak al Hamdani bahwa Ali r.a. ketika sampai di Nukhailah dan berputus asa dari kelakuan kaum Khawarij, ia berdiri di depan orang banyak, memuji Allah dan memuliakan-Nya, kemudian ia berkata :
“Amma ba’du. Sesungguhnya, barangsiapa yang meninggalkan jihad di jalan Allah dan mengabaikan perintah-Nya, maka ia berada di pinggir kemusnahannya, kecuali jika Allah menyelamatkannya dengan nikmat-Nya.
Maka bertakwalah kepada Allah dan perangilah orang-orang yang menentang Allah dan mengadakan makar untuk memadamkan cahaya Allah, yaitu orang-orang yang keliru, sesat, zhalim dari melakukan kejahatan, orang-orang yang tidak membaca al Qurán, tidak juga faham agama, bukan merupakan alim ulama yang mengetahui takwil dan bukan pula orang yang berhak terhadap urusan kepemimpinan ini dibandingkan orang-orang yang terdahulu dalam Islam.
Demi Allah! Jika orang-orang seperti itu apabila memimpin kalian, pastilah mereka akan memperlakukan kalian seperti perlakuan Kisra dan Hiraqla. Bersiap-siaplah untuk menghadapi musuh kalian dari kalangan penduduk bagian barat. Kami telah mengirim utusan kepada saudara-saudara kalian yang ada di Bashrah agar datang kepada kalian. Bila sekiranya mereka sudah sampai dan kalian telah berkumpul, kita akan berangkat, insya Allah. Tidak ada kekuasan dan upaya kecuali dengan izin Allah.”
By. Kisah Sahabat. http://www.kisahsahabat.com/
