Kisah Nabi Syith alaihissalam

0
SyukronMaba - Bagi Sebagian Orang islam mungkin belum pernah mendengar tentang nabi Syith, Kerana memang, nabi Syith bukan termasuk diaantara 25 Nabi dan Rosul yang wajib diketahui oleh orang islam. 
Pada dasarnya jumlah Nabi dan Rosul yang Allah turunkan berjumlah kurang lebih 120rb Nabi. Namun yang wajib diketahui oleh orang islam hanya 25 Nabi dan Rosul saja, artinya, orang islam yang tidak mengetahui Nabi dan Rosul yang 25 itu hukumnya dosa.

Kembali kepembahasan Nabi Syith, Nabi Syith di lahirkan (sekitar 3630-2718 SM), meninggal pada usia 1042 tahun. Menikah dengan seorang wanita bernama Hazurah, kemudian mengandung seorang anak yang dibernama Enos pada usia 105 tahun. Nabi Syith atau Seth merupakan anak lelaki ketiga kepada Nabi Adam a.s. dan Hawa, juga merupakan adik terakhir dari Habil dan Qabil. Nabi Syith merupakan satu-satunya anak Nabi Adam dan Hawa yang tidak mempunyai kembaran (anak-anak lain dilahirkan kembar dan berpasang-pasangan). Nabi Syith diangkat sebagai nabi selepas Nabi Adam menjadikannya nabi kedua diatas muka bumi ini.Beliau yang dianggap sebagai salah satu dari nabi-nabi dalam Islam. Ia juga termasuk guru Nabi Idris yang pertama kali mengajarkan baca-tulis, ilmu falak, Menjinakkan kuda dan lain-lain.

Disebutkan dalam kitab  Qasas al-Anbiya (hal. 59) bahwa setelah menderita sakit selama 11 hari, Nabi Adam wafat. Ketika masih sakit, Nabi Adam berwasiat kepada Syith untuk menggantikan posisi kepemimpinannya. Nabi Adam juga mengingatkan Syith untuk menjaga kerahasiaan pelimpahan mandat ini agar jangan sampai diketahui oleh Qabil, si pendengki.

Menurut keterangan Ibnu ‘Abbas, ketika Syith dilahirkan, Nabi Adam sudah berusia 930 tahun. Nabi Adam sengaja memilih Syith sebab anaknya yang satu ini memiliki kelebihan dari segi keilmuan, kecerdasan, ketakwaan dan kepatuhan dibandingkan dengan semua anaknya yang lain.

Sebagai Nabi, Syith menerima perintah-perintah dari Allah yang tertulis dalam 50 sahifah. Demikian keterangan dari Hadits Nabi saw. yang diriwayatkan oleh Abu Dzar al-Ghifari sebagaimana dikutip dalam Tarikh Thabari (Jil. I, hal. 152).


Memerangi Qobil
Wahab bin Munabbih mengatakan, ketika Adam meninggal, Syith telah berusia 400 tahun. Dia telah diberi tabut, tali, pedang, dan kudanya yang bernama Maimun yang telah diturunkan kepadanya dari surga. Apabila kuda itu meringkik, semua binatang yang melata di bumi menyambutnya dengan tasbih. Syith telah diwasiati untuk memerangi saudaranya, Qabil. Dia pergi untuk memerangi Qabil dan akhirnya perang itu pun berkecamuk. Itulah perang pertama yang terjadi antara anak-anak Adam di muka bumi. Dalam peperangan itu, Syith memperoleh kemenangan dan dia menawan Qabil.

Qabil sebagai tawanan berkata, “Wahai Syith, jagalah persaudaraan di antara kita.” Syith berkata, “Mengapa engkau sendiri tidak menjaganya? Engkau telah membunuh saudaramu, Habil.” Kemudian Qabil ditawan oleh Syith; kedua tanganya dibelenggu di atas pundaknya, dan dia ditahan di tempat yang panas sampai meninggal. 

Asal Mula Manusia Sujud kepada Qobil
Ketika Qobil sudah meninggal dunia dan anak anaknya hendak menguburkan jasadnya kedalam tanah, Iblis datang kepada mereka dalam rupa malaikat. Iblis berkata kepada mereka, “Jangan dikubur di dalam bumi.”
Iblis membawakan dua batu hablur yang telah dilubangi tengah-tengahnya. Dia menyuruh mereka memasukkan Qabil ke dalam ruang antara dua batu hablur itu, memakaikannya pakaian terindah dan meminyakinya dengan ramuan-ramuan tertentu sehingga dia tidak akan mengering. Lalu Iblis menyuruh mereka menyimpannya di sebuah rumah, diletakkan di atas kursi yang terbuat dari emas dan memerintahkan kepada setiap orang yang masuk ke rumah itu untuk bersujud kepadanya sebanyak tiga kali. Iblis memerintahkan kepada mereka untuk merayakan upacara setiap tahun untuknya dan berkumpul di sekitarnya. Kemudian Iblis mewakilkan urusan ini kepada setan. Setan itulah yang kemudian berkomunikasi dengan mereka sehingga manusia terus-menerus sujud kepada Qabil.


Diberikan Shohifah (lembaran)
Diriwayatkan bahwa Setelah meninggalnya Nabi Adam dan Hawa, Allah menurunkan 50 sahifah kepada Syith. Dialah orang pertama yang mengeluarkan kata-kata hikmah. Dialah yang pertama kali melakukan transaksi dengan emas dan perak dan juga orang pertama yang memperkanalkan jual beli, membuat timbangan, dan takaran. Dan dialah orang pertama yang menggali barang tambang dari dalam bumi


Meninggalnya Nabi Syith
Syith mempunyai seorang anak laki-laki yang diberi nama Anusy. Di kening Syith terdapat cahaya Muhammad saw yang berpindah kepadanya dari Adam. Setelah Anusy lahir, cahaya tersebut berpindah ke keningnya. Oleh karena itu, Syith tahu bahwa ajalnya sudah dekat. Dia melihat rambut-rambut yang diberikan oleh Adam dan ternyata dia melihat rambut-rambut tersebut telah memutih. Maka, pada tahun itu Syith meninggal dunia dalam umur 1042 tahun.

Wahab bin Munabbih mengatakan, setelah Syith meninggal, dia digantikan oleh anaknya, Anusy. Sebelum meninggal, Syith menyerahkan tabut, tali, suhuf, dan cincin kepada Anusy. Anusy berperilaku dengan baik dan memutuskan dengan benar. Kemudian dia menikah dengan seorang wanita yang kemudian mengandung seorang anak. Setelah anak itu lahir, cahaya Muhammad saw yang ada pada Anusy pindah ke wajahnya. Anak tersebut diberi nama Qainan. Anusy terus melakukan kebiasaannya sampai dia menemui ajalnya. Sebelum meninggal, dia serahkan tabut dan shuhuf kepada anaknya, Qainan. Dia memberi wasiat dan mengangkatnya sebagai pengganti setelahnya.

Wahab bin Munabbih mengatakan, setelah Qainan diangkat menjadi pemimpin setelah bapaknya, dia muncul di antara manusia dengan adil. Menjalankan perilaku yang baik, kemudian menikah dengan seorang wanita yang bernama Uthnuk. Dari pernikahan tersebut, Uthnuk mengandung seorang anak laki-laki. Setelah lahir, anak tersebut diberi nama Mahlaila dan cahaya Muhammad saw pindah ke keningnya. Selanjutnya, Qainan sakit, yang membawanya kepada kematian. Maka, dia serahkan tabut dan suhuf kepada anaknya dan mengangkatnya sebagai penggantinya. Berikutnya Mahlaila meninggal dan cahaya beralih ke anaknya yang bernama Yarid. Yarid pun meninggal dan cahaya itu berpindah ke anaknya yang bernama Ukhnukh, yang kemudian dikenal dengan Idris.


Post a Comment

0Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
Post a Comment (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !