Biografi Kyai Abdul Latif Pekalongan

0

Kyai Abdul Latif Pekalongan

Orang Tua

Kiai Abd Lathif merupakan putra tertua dari pasangan Kiai Sayir dan Nyai Warti'ah, yang semuanya enam bersaudara:
  • Kiai Abd Lathif, beliau menurunkan sepuluh putra putri dari empat orang istri
  • Kiai Abd Rohim, menurunkan tiga putra dari dua istri, Dahlan, Abbas dan Ibrohim. Diantara keturunannya kiai Mubarok Setu Jenggot
  • Nyai Muslimah, dari dua orang suami melahirkan delapan saudara, Khudhori bin Romli, Kyai Mahshun, ibu Muinah, ibu Fadhilah, ibu Aminah, ibu Sa'diyah, kiai Makmuri dan KH Abd Hakim Fakhir. Semuanya dari ayah kyai Bahrun Fadhlun bin Haji Hasbullah. Diantara keturunanya banyak yang menjadi kiai dan tokoh seperti: Kyai Zuhri, kyai Wazir, kyai Ahmad Ghufron, kyai Abd Hamid Hakim yang sekarang aktif di yayasan Almubarok sebagai Wakamad di MA Almubarok.
  • Nyai Mahmudah, menikah dengan Abu Na'im melahirkan Shonhaji. Shonhaji menikah dengan sepupunya Sa'diyah binti Bahrun melahirkan kiai Subhi Shonhaji
  • Khuriyah, menikah dengan kiai Maliki Krapyak melahirkan delapan saudara: H Djamhuri, H Azhari, Hj Qona'ah, Hj Muzaro'ah, H Ahmad Sahur, Hj Maknunah KH Murtadho (menantu kiai Ibnu Hajar Sampangan) dan Drs H Mufrodin Probolinggo.
  • Badriyah, dari dua suaminya melahirkan tiga saudara: Ibu Bawon, ibu A'idah dan ibu Salamah. Ibu bawon yang menurunkan Kiai Ja'far Muhalli.
 
Mungkin penyebutan nama secara lengkap seperti ini sedikit membosankan. Akan tetapi bagi kami justru menjadi bagian inti dalam penulisan sejarah biografi sebagaimana penyebutan nama-nama tokoh atau orang lain yang terkait. Sehingga kita dapat memahami lebih jauh hubungan kekerabatan dan jalinan persahabatan diantara para tokoh dan orang-orang terkait. Inilah diantara makna agar tidak kepaten obor.
 

Rumah Tangga Kyai Abdul latif

Kiai Abd lathif selama hidupnya sempat menikah dengan enam orang istri, empat orang diantaranya melahirkan keturunan. Dari ke empat istri itu lahir sepuluh bersaudara:
  • Tasbiah, melahirkan satu anak perempuan Nyai Khuzaimah yang menurunkan Ust Ihsan Munawwar. Diantara cucunya ada ustadzah Abidah binti Ihsan yang kini menjadi Kamad MA Almubarok.
  • Taipah, dari Kuripan, menurunkan empat saudara: Kiai Ahmad Hambali, bpk Syafi'i yang diantara putranya H Slamet Mahfudl mantan ketua DPC PAN kota Pekalongan, Ibu Khoiriyah dan bpk Sa'dulloh.
  • Sari'ah Tegalrejo menurunkan satu orang anak laki-laki bpk Samlawi yang diantara putranya Ust Mas'ud Samlawi.
  • Ruqoyyah binti Raden Utsman, menurunkan empat saudara: Bpk Shofwan diantara putranya kiai Hanafi dan kiai Mukhlashin, bpk Said menurunkan Abd Rohman, Kiai Anshor menurunkan lima bersaudara dan ibu Sa'udah yang dari keluarga ini banyak menantunya yang berperan berperan di Yayasan Almubarok.
 
alm. KH. Zakaria Anshor bin Kyai Anshor bin Kyai Abd Latif (Baju batik)


Sementara dua istri beliau yang lain, dari Jenggot dan Krapyak tidak melahirkan keturunan. Dari keenam istri beliau ada beberapa diantaranya yang berbarengan atau polygami. Ada pula yang berurutan dan hanya seorang.
 
Dari sepuluh saudara ada tiga yang sangat menonjol dan beruntung mendapat bagian warisan ilmu dari sang ayah.
  • Nyai khuzaimah, istri kiai Munawwar Rohmat Krapyak. Seorang aktivis pergerakan di NU. Nyai Khuzaimah disebut-sebut sebagai penerus kiai Abd Lathif yang membawa nama harum orang tuanya sebelum adiknya kiai Anshor berperan. Beliau menjadi tokoh sentral ibu-ibu muslimat yang sangat disegani di Kelurahan Medono hususnya. Kegiatan rutin beliau mengasuh pendidikan Alqur'an untuk ibu dan anak perempuan di majlis ta'lim depan rumah kediaman beliau. Seminggu sekali disisipi dengan Fasholatan. Disamping itu setiap hari Jumat mengasuh kegiatan rutinan muslimat dari satu tempat ke tempat lainya. Hari Jumat yang mestinya bisa dimanfaatkan untuk istirahat justru lebih melelahkan. Atas dasar pertimbngan itu masyarakat kemudian meliburkan kegiatan ngaji Alqur'an bliau di hari Sabtu sebagai ganti libur hari Jumat. dan kemudian banyak diikuti oleh bunyai-bunyai yang lain. Meski seorang perempuan, keteguhannya dalam berpegang pada syariat sebagai hasil didikan sang ayah patut jadi tauladan. Suatu saat salah seorang putrinya di sekolah terpilih untuk mengikuti kegiatan karnafal. Karena parasnya yang cantik dan kulitnya yang putih dia ditampilkan sebagai putri jawa yang mengenakan pakaian kebaya sebatas dada. Sementara tubuhnya diatas dada dibiarkan terbuka. Ketika nyai Khuzaimah mendengar seperti itu beliau langsung melabrak ke Madrasah dan putrinya diajak pulang sambil memarahi guru-guru yang telah berinisiatip seperti itu. Kiai Anshor sangat menaruh hormat kepada kakaknya yang satu ini. Begitupun sang kakak menghargai keilmuan adiknya. Bagi kiai Anshor ada dua kakak perempuan yang sangat dekat dan dihormati. Nyai Khuzaimah dan satunya kakak ipar, Ibu Kholifah istri Bapak Samlawi. Keduanya selayaknya penasehat bagi kiai Anshor dalam urusan tertentu.
  • Kiai Ahmad Hambali, sebagai putra laki-laki pertama barang tentu menjadi harapan orang tua untuk meneruskan perjuangan orang tuanya. Dan tidak terlalu meleset jauh hampir semua kemampuan ayahnya menurun padanya. Sampai olah suaranya yang juga indah. Dan suara indah saat itu menjadi sesuatu yang sangat mahal dan tidak jarang diperebutkan. Itu pula yang terjadi pada beliau. Antara dua keluarga, keluarga Medono dan keluarga ibunya, Kuripan yang merepresentasikan dua kelompok besar di Indonesia sama-sama berharap dapat merebut hati beliau. Karena kuatnya gen dari ibu, beliau mengikuti keluarga kuripan dan menjadi bagian dari pengurus koperasi Pekajangan. Begitu pula dengan putra putri dan saudara-saudaranya. Hampir semuanya berafiliasi ke Surya tidak ke bumi jagad. Karena obsesinya ingin menggaet adiknya, kiai Anshor hampir setiap kesempatan selalu mengajak diskusi tentang berbagai persoalan. Dan meski tidak pernah mampu mengalahkan adiknya selalu saja di ahir diskusi dia menutup: "yo wes iki aku kalah Sor." ( Ya sudah saya saat ini kalah) tanpa mau meninggalkan paham dan keyakinanya yang tak mampu dipertahankan. Lain waktu dia datang lagi dengan membawa masalah baru lagi.
  • Kiai Anshor, beliau tidak mewarisi ilmu ayahnya secara langsung sebagaimana kedua kakaknya. Karena ayahnya wafat saat dia baru berusia dua belas tahun. Bila kemudian beliau tumbuh dan mewarisi ilmu sang ayah maka itu sebuah kemurahan Alloh. Kullun muyassarun lima kholiqo lah. Kami tidak ingin mengulang lebih panjang tentang kiai Anshor karena manakibnya sudah tuliskan pada beberapa episod sebelumnya.
alm. Kyai Zuhri bin Kyai Mahsun bin KH. Hasbullah


Tags

Post a Comment

0Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
Post a Comment (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !