Guru Sang Penakluk Kostantinopel

0
Syekh Akşamsuddin.

Göynük merupakan sebuah daerah kecil di provinsi Bolu Turki tak jauh dari İstanbul, kota kecil yang terpencil dan tenang dimana lokasi sang guru dari Fatih Sultan Mehmed dimakamkan, dimasa tua nya sang guru menetap di Göynük. Saya yakin turis indonesia banyak yg belum tau tempat ini dan mungkin tidak menjadikanya sebagai salah satu destinasi tujuan penting ketika berkunjung ke turki.

Daerah ini terkenal karena keberadaan Makam sang Guru dari Muhamad Al fatih. Berjarak 2 jam dari İstanbul menuju Göynük, Daerah Göynük berada didataran tinggi dengan pemandangan alam yang menakjubkan, Apalagi provinsi Bolu Memang sangat terkenal di Turki sebagai daerah wisata alam yang cantik dengan pemandangan hijaunya yg menyegarkan mata, udara bersih, danau yang İndah. Banyak Turis datang mengunjungi daerah Bolu, apalagi jika musim dingin, Bolu menjadi salah satu tujuan wisata musim dingin dengan area sky juga.


Lokasi Göynük yang begitu tenang dan jauh dari pusat pemerintahan, menjadi pilihan sang Guru menghabiskan masa tua nya sampai wafat. Lokasi Makam sang Guru sering di ziarahi para wisatawan lokal Turki ketika berkunjung ke Göynük. Umumnya di Turki, para peziarah tidak dibatasi untuk masuk ke lokasi Turbe (makam). Peziarah bisa langsung mendekat ke Makam, termasuk makam para sultah Utsmaniyah. Bahkan makam Sultan Alfatih di daerah Fatih İstanbul yg lokasinya bersampingan dengan masjid Fatih, Masjid yang dibangun untuk menghormati sang sultan. Kita bisa leluasa mendekat dan berziarah ke makam beliau.


Di Turki,Saya beberapakali berziarah ke makam Ulama besar maupun makam para Sultan. Ada jg makam Sahabat Rosul yg dikenal dengan julukan Karebi Gazi, seorang Sahabat Rasul yang juga sahabat dekat Umar bin Khatab , beliau yang menshalatkan Sang khalifah ketika wafat. Tidak ada batasan atau larangan mendekati makam Sultan atau Ulama besar di Turki termasuk Makam dari syeikh Akşamsuddin ini.


Beliau adalah seorang Guru yang berhasil meyakinkan Muhamad al fatih tentang penaklukan Konstatinopel. Nama asli beliau adalah Muhamad bin Hamza, Akşemseddin adalah nama julukan sang guru. Beliau Lahir di daerah syam, Beliau putera Syeikh Hamza cucu dari Syeikh Sehabeddin Sureverdi dan bernasab langsung kepada Abu Bakar Sidiq R.A khalifah pertama umat islam dan sahabat Rosululloh SAW tercinta.


Beliau datang ke daerah Anatolia Turki bagian Asia bersama sang ayah di Usia 7 tahun dan menetap di daerah Kavak Amasya, sebuah daerah kecil tempat pelatihan para calon Sultan Utsmaniyah. Syeikh Akşemseddin menguasai keilmuan di bidang syariah, akhlak, tasawuf, dan juga medis, juga seorang hafiz quran. Beliau mengajar di madrasah Utsmaniyah milik Kesultanan Usmani di Amasya.


Para Ahli sejarah berpendapat beliaulah sang penakluk konstatinopel yg sebenarnya, karena berkat jasa sang guru ini Sultan Fatih diajarkan keilmuan untuk bekal menaklukan konstatinopel, dari ilmu agama sampai strategi berperang. Beliaupun yang mengobarkan semangat perjuangan Dinasti Usmaniyah dan terus menerus meyakinkan Sultan Alfatih sejak kecil bahwa sang sultan lah yang dimaksud dalam hadis Nabi saw:


“Sungguh Konstantinopel itu akan ditaklukkan. Maka sebaik-baik panglima adalah panglima (yang menaklukkannya) dan sebaik-baik pasukan adalah pasukan yang menaklukkannya”.


Jasa sang Syeikh begitu besar terhadap kekhalifahan Utsmaniyah. Dan bagi pencinta sejarah islam di Turki, Mengunjungi Göynük wajib menjadi salah satu tujuan wisata sejarah dan harus juga masuk agenda kunjungan ketika Liburan ke Turki. Berpetualang dan berkunjung ke lokasi seperti ini menjadi cerita tersendiri bagi kami, sebuah tempat yang mungkin tidak begitu dikenal, namun menyimpan sejuta saksi sejarah yg sangat berarti.



By. Kisah Sahabat.

Post a Comment

0Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
Post a Comment (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !