Nazak atau Sakaratul Maut.
Hakikat penderitaan maut hanya dapat diketahui oleh siapapun yang pernah mengalaminya. Selain mereka, tidak akan ada yang mengetahui keadaan yang sebenarnya. Mereka hanya dapat mengira-ngira dan berusaha memahami penderitaan yang dialami oleh orang yang sedang nazak dengan melihat keadaannya.Maut adalah peristiwa ruh yang diseret langsung dari seluruh tubuh serta anggota-anggotanya, tanpa perantara. Dimana ruh dalam posisi mayoritas. Oleh sebab itulah , tiada satu anggota tubuh pun yang tidak merasa kesakitan apabila dipotong. Rasa sakit yang dirasakan ketika anggora itu dipotong, adalah semata-mata karena ia telah dipisahkan dari ruhnya. Sekiranya anggota tubuh mayat dikerat, maka ia tidak akan merasa sakit. Sebab tubuh itu tidak sudah tidak ada ruhnya lagi. Jadi, apabila seseorang kesakitan karena salah satu anggota tubuhnya sengaja dipisahkan dari ruhnya, maka bayangkanlah betapa dahsyatnya kesakitan yang akan ia rasakan jika ruh secara keseluruhan dan langsung diseret dari seluruh tubuh dan anggota-anggotanya.
Proses saat Nazak
Ketika salah satu anggota tubuh sesorang dipotong dari tubuh, maka ruh masih tersisa ditubuh itu dalam keadaan kuat. Sehingga, ketika anggota tubuh itu dipotong , orang itu akan menjerit dan bergerak sekuat mungkin. Namun ketika seluruh ruh diseret dan ia sudah tidak kuat lagi bahkan melemah, maka ia tidak dapat menjerit atau menggerakkan kaki dan tangannya. Seandainya masih ada kekuatan dalam tubuhnya, tentu ketika ia menarik nafas akan terdengar bunyi keras. Namun ketika kekuatan dalam tubuh itu lenyap, maka bunyipun tidak terdengar.Setelah ruh diseret keluar tubuh, maka setiap anggota tubuh perlahan-lahan akan menjadi dingin. Kaki yang akan lebih dahulu dingin. Karena ruh akan diseret keluar lebih dulu dari kaki, dan yang terakhir dari mulut. Setelah kaki , betis akan menjadi dingin, kemudian paha. Demikianlah setiap tubuh akan menjadi dingin satu persatu. Dan anggota tubuh akan merasa sakit, seperti dipotong. Sehingga, ketika ruh sudah didekat kerongkong, maka cahaya mata pun mulai menghilang.
Sakitnya Waktu Nazak
Diriwayatkan bahwa suatu ketika, serombongan ahli ibadah Bani Israil tiba disebuah tanah kuburan. Mereka bermusyawarah untuk berdoa kepada Allah agar dengan izin-Nya dapat dikeluarkan seorang penghuni kubur, lalu mereka akan bertanya kepadanya bagaimana ia telah mengalami maut. Dengan doa mereka , keluarlah seorang penghuni kubur yang dahinya menandakan ia telah banyak bersujud. Dia berkata, "Apa yang ingin kalian tanyakan padaku? sudah lima puluh tahun aku mengalami kematian, tapi hingga sekarang belum hilang rasa sakit itu dari tubuhku!"Syadad bin Aus rah.a. berkata, "Penderitaan maut lebih dahsyat dari pada segala penderitaan dunia akhirat. Lebih sakit daripada digergaji, dipotong dengan gunting dan direbus dalam periuk. Jika seseorang mayat keluar dari kubur, lalu menceritakan penderitaan mautnya, maka tiada seorang pun didunia ini dapat hidup dengan tenang dan tiada seorang pun yang dapat tidur nyenyak."
Dikatakan bahwa setelah nabi Musa wafat, beliau menemui Allah, maka Allah bertanya kepadanya; bagaimana beliau melewati kematiannya.
Nabi Musa menjawab, "Aku mellihat nyawaku seperti seekor burung yang sedang digoreng, tetapi tidak mati dan tidak dapat terbang atau lari."
Riwayat lain menyebutkan, bahwa keadaannya seperti seekor kambing yang dicabut kulitnya dalam keadaan hidup.
Aisyah r.ha berkata, bahwa Rasulullah ketika hampir wafat, maka semangkuk penug air diletakkan disisi beliau. Kemudian Nabi berkali-kali memasukkan tangannya yang mulia kedalam mangkuk ar lalu menyapu wajahnya seraya bersabda, "Yaa Allah! Tolonglah daku dalam keadaan nazak ini."
Umar r.a. menyuruh Ka'ab r.a., "Ceritakanlah mengenai keadaan mati."
Jawab Ka'ab r.a., "Wahai Amirul Mukminin! Mati adalah seperti sebuah dahan pohon yang beduri lalu dimasukkan ketubuh seseorang , sehingga dimasuki setiap rongga ditubuhnya, lalu diseret sekuat tenaga. Begitulah ruh itu dikeluarkan dari tubuh."
Inilah yang menyebabkan Anbiya' dan Aullia' sangat takut terhadap sakaratul maut. Nabi Isa mengatakan pada para sahabatnya, "Berdoalah agar Allah memudahkan kesusahan nazak bagiku. Ketakuatan akan kematian menyebabkan aku hampir mati."
Inilah sebabnya, diantara doa Rasulullah ada sebuah do'a yang berbunyi :
Yaa Allah ! Mudahkanlah bagiku pedihnya kematian dan nazak."
Umar r.a. menyuruh Ka'ab r.a., "Ceritakanlah mengenai keadaan mati."
Jawab Ka'ab r.a., "Wahai Amirul Mukminin! Mati adalah seperti sebuah dahan pohon yang beduri lalu dimasukkan ketubuh seseorang , sehingga dimasuki setiap rongga ditubuhnya, lalu diseret sekuat tenaga. Begitulah ruh itu dikeluarkan dari tubuh."
Inilah yang menyebabkan Anbiya' dan Aullia' sangat takut terhadap sakaratul maut. Nabi Isa mengatakan pada para sahabatnya, "Berdoalah agar Allah memudahkan kesusahan nazak bagiku. Ketakuatan akan kematian menyebabkan aku hampir mati."
Inilah sebabnya, diantara doa Rasulullah ada sebuah do'a yang berbunyi :
Yaa Allah ! Mudahkanlah bagiku pedihnya kematian dan nazak."
By. Kisah Sahabat.
![]() |
| Ilustrasi Pencabut Nyawa |

