Sakitnya Nazak atau Sakaratul Maut

0
Mudzakarah - Hakikat penderitaan maut hanya dapat diketahui  oleh siapapun yang pernah mengalaminya. Selain mereka, tidak akan ada yang mengetahui keadaan yang sebenarnya. Mereka hanya dapat mengira-ngira dan berusaha memahami penderitaan  yang dialami  oleh orang yang sedang nazak dengan melihat keadaannya.

Maut adalah peristiwa ruh yang diseret langsung dari seluruh tubuh  serta anggota-anggotanya, tanpa perantara. Dimana ruh dalam posisi mayoritas. Oleh sebab itulah , tiada satu anggota  tubuh pun yang tidak merasa kesakitan apabila dipotong. Rasa sakit yang dirasakan ketika anggora itu dipotong, adalah semata-mata karena ia telah dipisahkan dari ruhnya. Sekiranya anggota tubuh mayat dikerat, maka ia tidak akan merasa  sakit.  Sebab tubuh itu tidak sudah tidak ada ruhnya lagi. Jadi, apabila seseorang kesakitan karena salah satu anggota tubuhnya sengaja dipisahkan dari ruhnya, maka bayangkanlah betapa dahsyatnya kesakitan yang akan ia rasakan  jika ruh secara keseluruhan  dan langsung diseret dari seluruh tubuh dan anggota-anggotanya.

Ketika salah satu anggota tubuh sesesorang  dipotong dari tubuh, maka ruh masih tersisa  ditubuh itu dalam keadaan kuat. Sehingga, ketika anggota tubuh itu  dipotong , orang itu akan menjerit dan bergerak sekuat mungkin. Namun ketika seluruh ruh diseret dan ia sudah tidak kuat lagi bahkan melemah, maka ia tidak dapat menjerit atau menggerkan  kaki dan tangannya. Seandainya masih ada kekuatan  dalam tubuhnya, tentu ketika  ia menarik nafas akan terdengar bunyi  keras. Namun ketika kekuatan  dalam tubuh  itu lenyap, maka bunyipun  tidak terdengar.

Setelah ruh  diseret  keluar tubuh, maka setiap anggota  tubuh perlahan-lahan akan menjadi dingin. Kaki yang akan lebih dahulu dingin. Karena ruh akan diseret keluar lebih dulu dari kaki, dan yang terakhir dari mulut. Setelah kaki , betis akan menjadi dingin, kemudian paha. Demikianlah setiap tubuh akan menjadi dingin satu persatu. Dan anggota tubuh akan merasa sakit, seperti dipotong. Sehingga, ketika ruh sudah didekat kerongkong, maka cahaya mata pun mulai menghilang.

Diriwayatkan bahwa suatu ketika, serombongan ahli ibadah Bani Israil tiba disebuah tanah kuburan. Mereka bermusyawarah untuk berdoa kepada Allah agar dengan izin-Nya dapat dikeluarkan seorang penghuni kubur, lalu mereka akan bertanya kepadanya bagaimana ia telah mengalami maut. Dengan doa mereka , keluarlah seorang penghuni kubur yang dahinya menandakan  ia telah banyak bersujud. Dia berkata, "Apa yang ingin kalian tanyakan padaku? sudah lima puluh  tahun aku mengalami  kematian, tapi hingga sekarang belum hilang rasa sakit itu dari  tubuhku!"

Syadad bin Aus  rah.a. berkata, "Penderitaan maut lebih dahsyat dari pada segala penderitaan dunia akhirat. Lebih sakit daripada digergaji, dipotong dengan gunting dan direbus dalam  periuk. Jika seseorang mayat keluar dari kubur, lalu menceritakan penderitaan mautnya, maka tiada seorang pun didunia ini dapat hidup  dengan tenang dan tiada seorang pun  yang dapat tidur nyenyak."

Dikatakan bahwa setelah nabi Musa wafat, beliau menemui Allah, maka Allah bertanya kepadanya; bagaimana beliau melewati kematiannya.
Nabi Musa menjawab, "Aku mellihat nyawaku seperti seekor  burung yang sedang digoreng, tetapi tidak mati dan tidak dapat terbang atau lari."
Riwayat lain menyebutkan, bahwa keadaannya  seperti seekor kambing  yang dicabut kulitnya dalam keadaan hidup.

Aisyah r.ha berkata, bahwa Rasulullah ketika hampir wafat, maka semangkuk penug air diletakkan disisi beliau. Kemudian Nabi berkali-kali memasukkan tangannya yang mulia kedalam mangkuk ar lalu menyapu wajahnya seraya bersabda, "Yaa Allah! Tolonglah daku dalam keadaan nazak ini."

Umar r.a. menyuruh Ka'ab r.a., "Ceritakanlah  mengenai keadaan mati."
Jawab Ka'ab r.a., "Wahai Amirul Mukminin! Mati adalah seperti sebuah dahan pohon yang beduri lalu dimasukkan ketubuh seseorang  , sehingga dimasuki setiap rongga ditubuhnya, lalu diseret sekuat tenaga. Begitulah ruh itu dikeluarkan dari tubuh."

Inilah yang menyebabkan Anbiya' dan Aullia' sangat takut terhadap sakaratul maut. Nabi Isa mengatakan pada para sahabatnya, "Berdoalah agar Allah memudahkan kesusahan nazak bagiku. Ketakuatan akan kematian menyebabkan aku hampir mati."

Inilah sebabnya, diantara doa Rasulullah ada sebuah do'a yang berbunyi :
Yaa Allah ! Mudahkanlah bagiku  pedihnya  kematian dan nazak."

By. Kisah Sahabat. http://www.kisahsahabat.com/
Tags

Post a Comment

0Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
Post a Comment (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !