Fadhilah Amal - Dari Abu Sa'id al Khudri r.a., berkata, "Aku mendengar Rasulullah bersabda, 'Barangsiapa diantara kalian melihat suatu kemungkaran (dihadapannya), maka hendaklah ia ubah dengan tangannya; jika tidak mampu, maka dengan lidahnya; jika tidak mampu, maka dengan hatinya (membenci kemungkaran itu); dan yang demikian itu adalah selemah-lemahnya iman." (Hr. Muslim, Tirmidzi, Ibnu Majjah, Nasa'i - at Targhib)
Disebutkan dalam hadits lain bahwa jika seseorang jika seseorang dapat mencegah kemungkaran dengan lidahnya, maka cegahlah. Jika tidak, maka yakinilah dalam hati bahwa perbuatan itu adalah mungkar. Dengan demikian, ia terbebas dari tanggung jawab itu.
Hadits lain menyebutkan , "Barangsiapa membenci kemaksiatan, walaupun hanya dalam hati, pastilah ia seorang yang beriman. Tidak ada lagi derajat iman yang lebih rendah dari itu."
Masih banyak hadits Nabi yang menyebutkan tentang hal ini. Sekarang lihatlah, apa yang terjadi dihadapan kita, berapa banyak diantara kita yang telah melaksanakan hadits ini? Berapa banyak kemungkaran yang telah kita saksikan, lalu kita ubah dengan tangan kita, atau dengan lisan kita? Dan berapa banyak diantara kita yang hatinya benar-benar benci terhadap kemungkaran ? Padahal yang demikian itu adalah selemah-lemah iman. Paling tidak, hendaklah kita meyakini bahwa kemungkaran adalah kemungkaran, dan hati kita merasa sedih ketika melihatnya.
Akhirnya, marilah kita berfikir, apa yang sedang terjadi pada zaman ini dan apa yang seharusnya kita lakukan terhadapnya.
By. Kisah Sahabat. http://www.kisahsahabat.com/

