Kisah Kesengsaraan Khabbab di Jalan Allah

0
Menurut riwayat Abu Nuaim dalam kitab al Hilyah, katanya: Umar r.a. bertanya kepada Khabbab mengenai penderitaan yang telah dialami olehnya akibat kekejaman orang-orang musyrik.
Khabbab berkata, "Hai amirul mukminin, lihatlah punggungku ini."
Kata Umar r.a., "Tidak pernah aku melihat yang seperti ini."
Dia berkata, "Mereka menyalakan bara api untukku, dan tiada yang memadamkannya kecuali lemak daging punggungku."

Menurut riwayat Abu Nuaim, Ibnu Sa'd, dan Ibnu Abu Syaibah seperti tersebut dalam Kanz al Ummal, dari Abu Laila al Kindi, dia berkata: Khabbab bin al Arat datang kepada Umar, lalu Umar berkata, "Mendekatlah! Tiada seorang yang lebih berhak dengan tempat duduk ini dari pada kamu, kecuali Ammar bin Yasil." Kemudian Khabbab menunjukkan  kepada Umar bekas-bekas luka dipunggungnya karena siksaan orang-orang musyrik.

Diriwayatkan oleh Ahmad dari Khabbab, katanya: Aku adalah orang pandai besi. Suatu hari al Ash bin Wa'il mempunyai hutang kepadaku. Aku menjumpainya untuk menagih hutang itu. Ia berkata kepadaku, "Tidak! Demi Tuhan! Aku tidak akan melunasinya, sehinggga engkau kufur kepada Muhammad."
Aku pun berkata, "Tidak, demi Allah! Aku tidak akan kufur kepada Muhammad sehingga engkau mati,  kemudian rngkau di bangkitkan."
Al Ash menjawab, "Apabila aku mati kemudian dibangkitkan, dan di sana aku mempunyai harta dan anak, maka aku akan memberikannya kepadamu."

Karena itu Allah menurunkan ayat al Qur'an berikut ini:
"Maka apakah kamu telah melihat orang kafir kepada ayat-ayat kami dan ia mengatakan, 'Pasti aku akan diberi harta dan anak.' Adakah ia melihat yang ghaib atau ia membuat perjanjian disisi Tuhan Yang Maha Pemurah? Sekali-kali tidak. Kami akan menulis apa yang ia katakan, dan benar-benar Kami akan memperpanjang adzab untuknya, dan Kami akan mewarisi apa yang ia katakan itu, dan ia akan datang kepada kami dengan seorang diri." (Qs. Maryam ayat 77 - 80)

Sebagaimana dalam al Bidayah. Ibnu Sa'd meriwayatkannya dari Khabbab, semisal hadits itu.

Diriwayatkan oleh al Bukhari dari Khabbab katanya: Aku datang menemui Nabi  yang sedang berbaring berbantlakan kain burdahnya di bawah naungan Ka'bah, sedang kami telah mengalami penyiksaan dan kekerasan dari orang-orang musyrik. Oleh karena itu aku berkata kepada Rasulullah, "Tidaklah engkau berdoa kepada Allah (agar melepaskan kita dari siksaan ini)?"

Seketika beliau duduk dan wajah Rasulullah menjadi kemerah-merahan (karena marah) ketika mendengar peerkataan Khabbab, lallu Rasulullah bersabda, "Sesungguhnya sebelum kalian ada orang yang daging dan syaraf diwabah tulangnya disisir dengan sisir besi, namun hal itu tidak memalingkannya dari agamanya. Sesungguhnya Allah akan menyempurnakan agama ini sampai pada suatu keadaan dimana ada seseorang pengendara akan bepergian dari Shan'a ke Hadhramaut (keduanya di Yaman) tanpa ada rasa takut kecuali kepada Allah Azza wa Jalla," -Beliau menambah penjelasan: 'Dan serigala yang akan memakan kambingnya, ' - akan tetapi kalian tidak bersabar."

Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan an Nasa'i dalam kitab al Aini dan al Hakim dangan isi yang sama.
Demikianlah kisah kedengsaraan yang dialami Khabbab di jalan Allah.

By. Kisah Sahabat. http://www.kisahsahabat.com/

Post a Comment

0Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
Post a Comment (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !