Kelebihan Orang-orang Yang berhijrah ke Habasyah, Kemudian ke Madinah bersama Rasulullah.

0
Hijrah - Diriwayatkan oleh  Ibnu Ishaq dari Abdul Aziz bin Abdullah bin AMir bin Rabi'ah, dari ibunya, Ummu Abdullah binti  Abu haitsamah r.ha., katanya: Demi Allah, sesungguhnya kami tengah bersiap hijrah ke negeri Habasyah ketika Amir tengah meninggalkan kami untuk memenuhi beberapa keperluan. Tiba-tiba Umar r.a. berdiri di hadapanku, sedagnkan saat itu  ia masih musyrik. Kami telah mengalami gangguan dan penyiksaan  yang dilakukan olehnya sebelum ini.

Ia berkara, "Kamu jadi ingin  meninggalkan tanah airmu, hai Ummu Abdullah?"

Aku berkata, "Ya, demi Allah. Kami akan keluar menuju suatu negeri di bumi Allah ini, karena kalian telah menyiksa  dan berlaku kejam kepada kami, sehingga Allah memberikan kami jalan keluar dari segala kesusahan ini.,"


Umar berkata, "Semoga Allah  bersama kamu."

Sebelumnya aku tidak pernah melihat kelembutan yang terpancar  dari tutur katanya dan wajahnya seperti yang aku saksikan pada hari itu. Kemudian ia meniggalkan kami, dan keberangkatan kami - sejauh yang kulihat - telah membuatnya sedih.

Kemudian Amir kembali dengan membawa keperluan kami. Aku pun berkata kepadanya, "Hai Abdullah, alangkah baiknya bila kamu melihat raut wajah Umar tadi. Terpancar dari mukanya kelembutan dan kesedihan karena kepergian kita."

Abdullah berkata, "Adakah kamu sangat menginginkan agar ia  memeluk Islam?"
Kataku, "Ya."
Kata Amir, "Orang yang kamu lihat  itu (Umar) tidak akan masuk islam sehingga keledai umar memeluk Islam."

Ummu Abdullah berkata: Itu merupakan sikap keputusan  Amir karena  ia biasa melihat sikap kasar dan keras Umar terhadap Islam. Demikian  tercantum dalam al Bidayah (juz 3, hal. 79). Nama Ummu Abdullah adalah Laila, seperti yang tersebut dalam al Ishabah (juz 4,hal. 400).
Ath Thabrani juga meriwayatkannya; sedang  Ibnu Ishaq telah mengutarakannya dengan aku telah mendengar, sehingga ia adalah shahih - ini dikatakan  oleh al Haitsami (juz 4, hal. 24). Al Hakim meriwayatkannya  dalam al Mustadrak (juz 4, hal. 58) dengan susunan kisah Ibnu Ishaq dari jalannya, hanya saja dalam sanadnya tertulis: Dari Abdul Aziz bin  Abdullah bin Amir bin Rabi'ah, dari ayahnya, dari ibunya Ummu Abdullah, dan inilah yang lebih jelas - wallahua'lam. Di bagian akhir hadits disebutkan bahwa ia berkata: Karena putus asa dari ke-Islaman Umar.

Diriwayatkan oleh Ibnu Mandah dan Ibnu Asakir dari Khalid bin Sa'id bin al Ash, salah seorang yang ikut hijrah ke Habasyah  bersama saudaran lelakinya, Amir.

Ketika mereka semakin mendekati Rasulullah, beliau menyambut mereka. Peristiwa ini terjadi setahun setelah perang Badar. Orang-orang Islam yang baru datang dari  Habasyah sangat sedih karena tidak berkesempatan menyertai perang Badar itu.

Rasulullah bersabda kepada mereka, "Apakah yang menyebabkan kalian bersedih hati? Sesungguhnya orang lain hanya sekali saja berhijrah, sedang kalian berhijrah dua kali. Pertama, ketika kalian berhijrah ke Habasyah dan kedua ketika kalian meninggalkan an Najasyi sebagai orang yang berhijrah kepadaku." (Kanz al Ummal : 8/332).

Diriwayatkan oleh al Bukhari dari Abu Musa r.a., katanya: Telah sampai kepada kami berita hijranya Rasulullah. (ke Madinah) ketika kami berada di Yaman. Maka aku dan beberapa saudaraku berangkat dari Yaman sebagai orang yang berhijrah.

Aku adalah paling muda diantara mereka. Salah seorang dari mereka bernama Abu Burdah dan seorang lagi bernama Abu Ruhm. Jumlah mereka ketika itu sebanyak lima puluh lima atau lima puluh tiga orang lelaki dari kalangan kaum kaumku.

Kami menaiki sebuah kapal hingga kemudian kami terdampar di bumi Habasyah. Kami menyertai Ja'far bin Abu Thalib, kemudian kami tinggal bersamanya  hingga kami sampai  di Madinah bersama-sama.

Kami telah bertemu  dengan Nabi ketika beliau menaklukkan daerah Khaibar. Orang-orang ketika itu berkata kepada kami - yakni kepada orang-orang Islam  yang naik perahu dari Habasyah -, "Kami telah mendahului kalian berhijrah."

Asma binti Umais r.ha. - yang termasuk  diantara orang-orang yang datang bersama kami - masuk menemui Ummul Mukminin Hafshah, r.ha. isteri Rasulullah , untuk menziarahinya. Beliau dulu juga turut berhijrah ke Habasyah.

Umar r.a masuk menemui Hafshah dan Asma', baliau bertanya kepada Hafshah, "Siapakah ini?"
Jawab Hafshah, "Asma binti Umais."
Tanya Umar, "Apakah  dia yang berhijrah ke Habasyah? Apakah dia yang juga berlayar di lautan?"
Jawab Asma, "Ya."
Umar berkata kepada Asma', "Kami telah mendahului kalian dalam berhijrah, sehingga kami lebih berhak  kepada Rasulullah  dari pada kalian."

Kemudian Asma' menjadi marah  mendengar perkataan itu, dan berkata, "Tidak demikian, demi Allah! kalian bersama Rasulullah dimana beliau selalu memberikan makanan kepada orang yang lapar dan memberi nasehat  kepada orang yang bodoh dari kalangan kalian, sedangkan kami berada di negeri orang-orang yang jauh  dari agama Islam dan membencinya, yaitu Habasyah. Semuanya itu semata-mata karena Allah dan Rasulullah."

"Demi Allah, aku tidak akan makan dan minum hingga aku menceritakan kepada Rasulullah tentang yang telah kamu katakan. Aku akan menanyakan kepada Rasulullah mengenai duduk perkara  ini  yang  sebenarnya. Demi Allah, aku tidak akan berdusta dan tidak akan menambahnya, bila aku nanti mengatakan perkara ini kepada Rasulullah."

Ketika Nabi datang, Asma' pun berkata kepadanya, "Wahai Nabi Allah, sesungguhnya Umar telah berkata ini dan itu."

Rasulullah bertanya, "Lalu apa yang kamu katakan kepadanya."
Jawab Asma', "Aku berkata ini dan itu kepadanya.'
Sabda Rasulullah, "Umar tidak lebih berhak kepadaku dari pada kalian, karena ia dan sahabat-sahabatnya hanya berhijrah sekali, sedangkan kalian yang turut serta dalam rombongan kapal telah berhijrah dua kali."

Sungguh, selanjutnya kulihat Abu Musa dan orang-orang yang turut serta dalam kapal, datang kepadaku secara rombongan  satu demi satu, untuk bertanya kepadaku tentang kisah itu. Mereka berkomentar bahwa tiada sesuatu didunia  ini yang mereka banggakan dan lebih besar di dalam jiwa mereka daripada sabda yan gdiucapkan Nabi kepada mereka.

Abu Burdah berkata, bahwa Asma' berkata, "AKu telah melilhat Abu Musa memintaku agar hadits ini diulang-ulang."

Abu Burdah berkata, dari Abu Musa: Nabi telah bersabda, 'Sesungguhnya aku mengenali suara kelompok orang al Asyariyyin yang tengah membaca al Qur'am ketika malam mulai tiba. Dan aku mengetahui rumah-rumah mereka melalui bacaan al Qur'an mereka pada waktu malam, walaupun aku belum melihat rumah-rumah mereka saat mereka didalamnya pada waktu siang. Diantara mereka terdapat seorang Hakim, yang apabila ia bertemu musuh," - atau belilau bersabda: kuda - "maka dia akan berkata kepada mereka, "Sesungguhnya sahabat-sahabatku memerintahkan kalian supaya menunggu mereka."

Begitulah yang diriwayatkan oleh Muslim dalam al Bidayah (4/205).
Dalam riwayat Ibnu Sa'd dengan sanad yang shahih, dari asy Sya'bi, katanya: Asma' binti Umais r.ha. berkata kepada Rasulullah, "Sesungguhnya  terdapat sekumpulan  lelaki yang membanggakan dirinya kepada kami dan mendakwakan bahwa kami bukanlah orang yang mula-mula berhijrah."

Maka Rasulullah bersabda, "Tidak demikian, malahan kalian telah melakukan hijrah dua kali. Kalian telah berhijrah  ke  Bumi Habasyah , kemudian berhijrah lagi setelah itu."

Sebagaimana tercantum dalam Fathul Bari (7/341). Riwwayat ini juga disebutkan oleh Abu Syaibah, secara lebih panjang, sebagaimana tersebut dalam Kanz al Ummal (7/18). Sedang hadits Abu Musa juga diriwayatkan oleh al Hasan bin Sufyandan Abu Nuaim secara ringkas, sebagiamana tersebut dalam al Kanz (juz 8, hal. 333).

By. Kisah Sahabat. http://www.kisahsahabat.com/

Post a Comment

0Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
Post a Comment (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !