Dorongan Nabi untuk Menafkahkan Harta Di Jalan Allah

0
Menafkahkan Harta
Dorongan Nabi  untuk  Menafkahkan Harta
Dikeluarkan oleh Muslim dan an Nasa’I serta yang lainnya dari jarir r.a., katanya: Kami sedang bersama Rasulullah pada dini hari, tiba-tiba datanglah sekumpulan orang yang tidak berpakaian dengan sempurna, telanjang kaki, pakai
an mereka dari kain kapas yang berjalur-jalur dan menyelendang pedang. Hampir seluruhnya adalah dari Bani Mudhar. Melihat kefakiran mereka itu, wajah Rasulullah berubah, kemudian baginda Nabi  masuk kedalam rumahnya dan memerintahkan Bilal r.a. agar mengumandangkan adzan dan setelah mengerjakan shalat Ashar, baginda pun bangun member khutbah dan membaca ayat berikut ini:

“Hai sekalian manusia, bertaqwalah kepada Rabbmu yang telah menciptakan kamu dari yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan isterinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan  peliharalah hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (Qs. An Nisaa: 1)

Rasulullah juga membaca ayat berikut ini:

“Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah  kepada Allah dan  hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok, dan bertaqwalah kepada Allah , sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Qs. Al Hasyr: 18)

Kemudian Rasulullah bersabeda, “Hendaklah seseorang itu menafkahkan uang dinar dan dirhamnya, pakaiannya, secupuk gandum ataupun buah kurma walalupun hanya sepotong buanh kurma.”

Maka datanglah seorang lelaki Anshar dengan membawa kantung yang sarat dengan isinya sehingga ia hamper menarik telapak tangannya akibat beratnya kantung itu. Kemudian datanglah seorang demi seorang sehingga aku melihat dua gundukan yang terdiri dari makanan dan pakaian. Aku melihat wajah Rasulullah bercahaya seperti cahaya benda yang dicelup dengan emas.

Rasulullah bersabda, “Barangsiapa yang mengadakan perbaikan dalam Islam maka dia akan memperoleh ganjarannya dan ganjaran orang yang beramal dengannya setelahnya tanpa mengurangi sedikitpun ganjaran mereka. Barangsiapa yang mengadakan keburukan dalam Islam, ia akan memperoleh dosanya dan dosa orang yang ikut beramal dengannya tanpa mengurangi  walaupun sedikit dari dosa-dosa mereka.”

Sebagaimana dalam at Targhib. Telah berlalu hadits tentang dorongan  Nabi untuk mengorbankan  harta dijalan Allah.

Dikeluarkan oleh al Hakim dan dishahihkan dari Jabir r.a., katanya: Bani Amru bin Auf dating menemui Rasulullah pada hari Rabu, maka dinyatakan hadits, bahwa Rasulullah bersabda pada mereka, “Wahai orang-orang Anshar!”
Mereka menjawab, “Labbaik ya Rasulullah!”

Baginda pun meneruskan kata-katanya, “Semasa Jahiliyyah, ketika kamu tidak menyembah Allah, kamu sering member  makan janda-janda, menggunakan harta bendamu dengan cara yang makruf dan membantu orang-orang yang mengalami kesusahan dalam perjalanan. Lalu Allah mengaruniakan kamu agama Islam dan Nabi-Nya, namun kamu mulai berlaku kikir dengan harta bendamu dengan membangun tembok-tembok di kebun kebun kamu. Padahal apa saja yang dimakan oleh manusia, binatang  buas dan burung, semuanya mendatangkan ganjaran jika itu datang dari harta bendamu.”

Mereka pun pulang ke tempat masing-masing, tiada seorang pun dari mereka yang telah membangun tiga puluh pintu masuk ke kebun mereka yang tidak memusnahkan pintu-pintu itu supaya orang-orang mudah datang ke kebun mereka. (At Targhib)


Dikeluarkan oleh Ibnu Asakir dari Anas r.a. katanya: Inilah khutbah yang paling awal dilakukan Rasulullah. Rasulullah menaiki mimbar, memuji Allah kemudian berkata, “Wahai manusia! Sesungguhnya Allah telah memilih Islam sebagai agamamu. Oleh karena itu hedaklah kamu menjalin hubungan yang baik  diantara sesame pemeluk Islam dengan bersikap pemurah dan berakhlak baik. Ketahuilah! Sesungguhnyasifat pemurah itu adalah sebatang pohon di dalam taman surga dan ranting-rantingnya berjuntai kedunia. Maka barangsiapa diantara kamu bergelayut kepada ranting itu hingga Allah memasukkan kedalam . Ketahuilah! Sesungguhnya sifat kikir itu adalah sebatang pohon di dalam neraka dan ranting-rantingnya menjuntai di dunia, maka barangsiapa yang kikir maka ia senantiasa bergelayut kepada ranting-ranting itu hingga Allah memasukkannya kedalam neraka. (Rasulullah berkata demikian  sabanyak dua kali). Berlaku pemurahlah semata-mata karena Allah, berlaku pemurahlah semata-mata karena Allah.” (Kanzul Ummal).

By. Kisah Sahabat. http://www.kisahsahabat.com/

Post a Comment

0Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
Post a Comment (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !