Perang Yamamah. : Dorongan Zaid bin Khaththab dan Para Sahabatnya Agar Tetap Teguh.

0
Perang Yamamah.
Dorongan Zaid bin Khaththab dan Para Sahabatnya Agar Tetap Teguh.
Diriwayatkan oleh Hakim (3/227) dari Umar bin Abdurrahman yang termasuk putera Zaid bin Khaththab, dari ayahnya, katanya: Zaid bin Khaththab membawa panji tentara Islam dalam perang Yamamah. Sedang tentara Islam bercerai berai dalam pertempuran itu, sampai Bani Hanifah (gelar dari Utsal bin Lujaim bin Shab bin Ali bin Bakr bin Wail Abu Hayy. Mereka adalah kaum Musailamah al Kadzdzab. Dia digelari Hanifah dengan pemberian Judzaimah. Dia adalah al Ahwa bin Auf. Suatu saat dia bertemu Utsal, lalu memukulnya dan membuat kakinya bengkok, sehingga dia digelari Hanifah (yang bengkok aki-nya). Dan Utsal balas memukulnya sehingga memutus tangannya; maka dia digelari dengan Judzaimah) mengalahkan beberapa pasukan jalan kaki. 

Oleh karena itu Zaid bin Khaththab berkata, “Janganlah kalian kembali ke tempat-tempat kalian. Sesungguhnya pasukan jalan kaki telah hancur.” Ia berseru dengan keras sekali, “Ya Allah, Aku meminta kelonggaran-Mu terhadap larinya teman temanku, dan aku berlepas diri kepada-Mu dari fitnah yang dibawa oleh Musailimah dan Muhakkam bin ath Thufail (sebagaimana tersebut dalam al Ishabah (1/148): al Bara bertemu Muhakkam al Yamamah. Kemudian al Bara memukul dan membantingnya. Lalu dia mengambil pedang Muhakkam dan menebasnya sampa terpenggal Iehernya) 

Ia mengikatkan bendera itu pada dirinya sambil masuk ke tengah tengah tentara musuh dan memerangi mereka dengan pedangnya hingga ia gugur syahid. 
Semoga Allah merahmatinya, maka jatuhlah bendera itu dari tangannya. Kemudian Salim, bekas budak Abu Hudzaifah r.a. mengambilnya. Orang-orang Islam berkata kepada Salim, “Hai Salim! Sesungguhnya kami khawatir kalau-kalau kami akan diserang karena dirimu.” 
Salim berkata, “Seburuk-buruk pembawa al Qurán adalah aku jika kalian diserang karena aku.” 
Zaid bin Khaththab terbunuh pada tahun 12 H. 
Diriwayatkan juga oleh Ibnu Sa’d dan Abdurrahman r.a..

By. Kisah Sahabat. http://www.kisahsahabat.com/

Post a Comment

0Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
Post a Comment (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !