Diriwayatkan oleh al Bagha’wi dan Abu Ya’la, dari Ashim bin Amr bin Qatadah, dari Qatadah bin an Nu’man r.a. bahwa matanya mengalami Cedera pada perang Badar. Bola matanya yang keluar mengalirkan darah di atas pipinya. Lalu mereka mencoba untuk memotong uratnya. Demikian dinyatakan dalam hadits yang akan dikemukakan dalam “Bab Bagaimanakah Para Sahabat Ditolong”.
Diriwayatkan oleh al Bazzar dan ath Thabarani, dari Rifaah bin Rafi’ r.a., katanya: Pada perang Badar, banyak orang berkumpul mengerumuni Umayyah bin Khalaf, maka kami pun mendekatinya. Aku melihat baju besinya telah terpotong dari arah bawah ketiaknya.
Aku pun menusuknya dengan pedang satu kali, sedang aku dipanah sehingga mataku tercungkil. Kemudian Rasulullah saw. meludah pada mataku dan mendoakannya. Maka aku tidak merasakan sakit sedikit pun setelah itu.
Al Haitsami berkata (juz 6, hal. 82): Dalam sanadnya terdapat Abdul Aziz bin ‘Imran, ia adalah dha’if. — selesai.
