Cita-Cita Abdullah bin Jahsy Untuk Mati Syahid
Diriwayatkan oleh Thabarani dari Sa’d bin Abu Waqqash, bahwa Abdullah bin Jahsy r. huma. telah berkata padanya saat perang Uhud, “Apakah engkau tidak berdoa kepada Allah?” Maka keduanya pun pergi ke satu sudut.
Sa’d berdoa, “Ya Rabbku! Apabila aku berhadapan dengan musuh, maka temukan aku dengan seorang lelaki yang gagah dan garang, yang aku akan memeranginya dan ia memerangiku. Kemudian karuniakanlah kepadaku kemenangan sehingga aku dapat membunuhnya dan merampas barang barang yang ada padanya.” Kemudian Abdullah mengaminkan doanya itu.
Abdullah berdoa, “Ya Allah! Temukan aku dengan seorang lelaki yang gagah perkasa, yang aku akan memeranginya karena-Mu dan ia juga memerangiku, lalu dia menangkapku dan memotong hidung dan telingaku. Apabila aku bertemu dengan-Mu pada hari kiamat, Engkau akan bertanya kepadaku, ‘Mengapa hidung dan telingamu terputus?’ Aku akan menjawab, ‘Semuanya karena-Mu dan Rasul-Mu saw..’ Maka Engkau berkata, ‘Kamu berkata benar.”
Sa’d berkata di lain kesempatan, “Wahai anakku! Sesungguhnya doa Abdullah bin Jahsy itu lebih baik daripada doaku. Sesungguhnya aku telah melihatnya pada waktu sore (selesai perang Uhud), telinga dan hidungnya telah putus dan diikat dengan benang.”
Al Haitsaini berkata (juz 9, hal. 302): Para rawinya adalah rawi-rawi shahih — selesai. Demikian juga yang diriwayatkan oleh al Baghawi, sebagaimana tersebut dalam al Ishabah (juz 2, hal. 287); dan oleh Ibnu Wahb, .seperti tercantum dalam al Istiab (juz 2, hal. 274); juga oleh al Baihaqi (juz 6, hal. 207) — semisal hadits ini. Demikian juga diriwayatkan oleh Abu Nuaim dalam al Hilyah (juz 1, hal. 109), hanya saja dia tidak menyebutkan doa Sa’d, dan hanya menyebutkan doa Abdullah.
Al Hakim meriwayatkan (juz 3, hal. 200) dan Sa’id bin al Musayyab, katanya:
Abdullah bin Jahsy r.a. berdoa, “Sesungguhnya aku bersumpah dengan nama-Mu agar esok hati aku dipertemukan dengan musuh yang akan membunuhku, merobek perutku dan memotong hidung dan telingaku. Kemudian Engkau bertanya kepadaku pada hari kiamat, ‘Mengapa terjadi demikian?’ Maka aku akan menjawab, ‘Semata-mata karena-Mu.”
Sa’id bin Musayyab berkata, “Aku mengharapkan Allah mengabulkan bagian akhir permintaannya sebagaimana Dia telah mengabulkan bagian awal permintaannya.”
Menurut al Hakim, hadits ini shahih menurut syarat Bukhari dan Muslim, jika tidak terdapat kemursalan di dalamnya. Adz Dzahabi berkata: ini adalah hadits mursal shahih — selesai.
Demikian pula yang diriwayatkan oleh Ibnu . Syahin dan Ibnu al Mubarak dalam “al Jihad”; sebagaimana tersebut dalam at Ishabah (juz 2, hal. 287); dan diriwayatkan pula olehAbu Nuaim dalam al Hilyah (juz 1, hal. 109); dan Ibnu Sa’d (juz 3, hal. 63).
