Umar Lebih Mendahulukan Orang-Orang Muhajirin Awal Dalam Majelis Daripada Pemimpin-Pemimpin Kaum
Diriwayatkan oleh Ibnu Asakir dan Naufal bin Umarah, katanya: Al Harits bin Hisyam dan Suhail bin Amr datang menemui Umar bin Khaththab. Keduanya duduk di samping Umar r.a. sedangkan Umar berada di antara keduanya. Maka orang-orang Muhajirin senior berdatangan menemui Umar. Kemudian Umar berkata, “Kamu di sini, hai Suhafi! Kamu di sini, hai Harits.” Umar memindahkan tempat duduk kedua orang itu ke belakang, demi mereka.
Kemudian orang-orang Anshar datang, maka (Umar memindahkan lagi tempat duduk kedua orang itu ke belakang majelis. Ketika keduanya keluar dari majelis Umar, Harits berkata kepada Suhail, “Tidakkah kamu lihat apa yang telah diperbuat terhadap kita?”
Maka Suhail berkata kepadanya, “Hai lelaki! Tidak ada cercaan atas Umar, lebih patut cercaan itu dikembalikan kepada kita sendiri. Kaum itu (Muhajirin dan Anshar) telah diseru memeluk Islam, lalu mereka segera menyambut seruan itu. Sedangkan kita, telah diseru untuk memeluk Islam, akan tetapi kita menunda-nundanya.”
Ketika orang-orang Anshar dan Muhajinin beranjak dari majelis itu, mereka berdua datang menemui Umar, lalu berkata, “Hai Amirul Mukininin, sesungguhnya kami telah melihat apa yang engkau lakukan pada hari ini, dan kami tahu bahwa kami diperlakukan sesuai perbuatan kami sendiri. Maka adakah sesuatu yang dapat kami gunakan untuk menggapai keutamaan yang telah terlepas dari kami?”
Umar berkata kepada keduanya, “Aku tidak mengetahuinya kecuali dengan berangkat jihad ke arah itu.”
Kemudian Umar menunjuk ke arah perbatasan Romawi. Kemudian keduanya berangkat ke Syam dan wafat di sana. (Kanz al Ummal [juz 7, hal.
136])
Diriwayatkan juga oleh Zubair dan pamannya, Musháb, dan Naufal bin Umarah, semisal hadits itu, sebagaimana yang dinukilkan oleh Ibnu Abdul Barr dalam al Istidb (2/111).
By. Kisah Sahabat. http://www.kisahsahabat.com/
