Kisah Sahabat Nabi: Semangat Para Sahabat dan Keberanian Mereka Untuk Berjihad

0
Semangat Abu Umamah Untuk Berjihad 
Diriwayatkan oleh Abu Nuáim dalam kitab al Hilyah (9/3 7), dari Abu Umamah r.a., katanya: Ketika Rasulullah saw. merencanakan untuk berangkat ke Badar, maka paman beliau, Abu Burdah bin Niyar, berkata kepada Abu Umamah, “Jagalah ibumu.”
Kata Abu Umamah, “Engkau. saja yang menjaga adik perempuanmu itu (ibunda Abu Umamah) .“ 
Kemudian Abu Burdah melaporkan hal itu kepada Rasulullah saw., maka Rasulullah saw. memerintahkan Abu Umamah supaya menjaga ibunya dan mengizinkannya untuk tidak berangkat ke Badar. Sedang Abu Burdah berangkat menyertai Rasulullah saw. di Badar. Ketika Rasulullah saw. pulang, ibunda Abu Umamah telah meninggal dunia, lain beliau menshalatkannya.

Semangat Umar Mengadakan Perjalanan di Jalan Allah 
Diriwayatkan oleh Iniam Ahmad dalam kitab az Zuhd, Sa’id bin Manshur, Ibnu Abi Syaibah dan yang lainnya, dari Umar r.a., katanya, “Jika bukan karena tiga perkara ini, pasti aku sudah bertemu dengan Allah (mati), yaitu: Jika bukan karena aku bermusafir di jalan Allah, meletakkan dahiku di atas tanah pada waktu sujud, atau aku duduk bersama dengan satu kaum yang memetik perkataan-perkataan yang baik sebagaimana dipetiknya buah buah kurma yang balk.” (al Kanz) 

Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Syaibah dari Umar r.a., katanya, “Hendaknya kalian mengerjakan haji karena sesungguhnya ibadah haji itu adalah ámal shalih yang telah diperintahkan Allah, sedang jihad adalah lebih afdhal daripada haji.” (Al Kanz [2/288])

Semangat Ibnu Umar R.huma Untuk Bérjihad 
Diriwayatkan oleh Ibnu Asakir dari Ibnu Umar r.huma, katanya: Aku dihadapkan kepada Rasulullah saw. agar aku diterima untuk menyertai perang Badar. Namun Rasulullah saw. menolak karena menganggapku masih kecil. Maka tiada satu malam pun serupa malam itu, - yang pada malam ini aku terus terjaga, bersedih, dan menangis dlikarenakan Rasulullah saw. tidak menerimaku. Pada tahun berikutnya, sekali lagi aku menghadapkan diriku di hadapan Rasulullah saw. untuk menyertai jihad. Kali ini aku diterimanya, maka aku pun memuji Allah untuk kebahagiaan ini. 

Seorang lelaki berkata, “Hai Abu Abdurrahman, apakah engkau melarikan diri pada hari pertemuan dua pasukan itu (yaitu muslimin dan musyrikin)?”
Ibnu Umar menjawab, “Ya. lalu Allah memaafkan kami semua. BagiN ya segala pujian yang banyak.” (Muntakhab a! Kanz Liuz 5, hal. 231]) 

By. Kisah Sahabat. http://www.kisahsahabat.com/
Tags

Post a Comment

0Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
Post a Comment (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !