Diriwayatkan oleh Ibnu Asakir (1/126), dari az Zuhri, dari Abdullah bin Abi Aufa al Khuza’i r.a., katanya: Ketika Abu Bakar merencanakan untuk melancarkan perang ke wilayah Romawi, ia memanggil Ali, Umar, Utsman, Abdurrahman bin Auf, Sa’d bin Abi Waqqash, Sa’id .bin Zaid, Abu Ubadah bin al Jarrah dan beberapa orang pemuka Muhajirin dan Anshar yang pernah menyertai perang Badar, dan beberapa orang sahabat lainnya. Semua masuk menemui Abu Bakar r.a. Abdullah bin Abi Aufa berkata: Aku termasuk di antara mereka.
Abu Bakar berkata, “Sesungguhnya nikmat Allah Azza wa Jalla tidak terhitung, ámalan-ámalan (manusia) tidak akan mampu menginibanginya. Maka untuk-Nya segala pujian. Sesungguhnya Allah telah menyatukan kalian, memperbaiki hubungan di kalangan kalian, menunjuki kalian kepada agama Islam, dan menjauhkan syetan dari kalian, sehingga Dia tidak suka jika kalian mempersekutukan-Nya dan mengambil selain dari Dia sebagai Tuhan.”
“Sesungguhnya orang-orang Arab pada hari ini berasal dari satu ayah dan ibu. Aku telah merencanakan untuk mewajihkan orang-orang Islam agar berjihad melawan orang-orang Romawi di Syam, supaya Allah semakin menguatkan keadaan orang-orang Islam dan meninggikan kaliniah-Nya, dan karena itu Allah menjanjikan kepada orang-orang Islam dengan keuntungan yang banyak. Karena barangsiapa yang mati di antara mereka, ia mati sebagai syahid, sedang apa yang ada di sisi Allah lebih baik bagi orang orang yang berbakti. Barangsiapa yang tetap hidup, maka ia hidup sebagai pembela agama yang berhak mendapat pahala mujahidiri dari Allah.”
“lnilah pendapatku yang telah aku pikirkan, maka hendaknya ada orang yang mau memberikan pandangannya.”
