Diriwayatkanoleh Ibnu Hibban dalam kitab sahihnya, dari Abu Mushabih al Maqra'i, katanya : Ketika kami sedang berjalan di bumi Roma dalam satu kelompok yang dipimpin oleh Malik bin Abdullah al Khatsami, tiba-tiba Malik melewati Jabir bin Abdullah r.huma yang sedang menuntun bagholnya.
Malik berkata, "Wahai Abu Abdullah, naikilah tungganganmu, sesungguhnya Allah telah mengaruniakanmu dengan tunggangan itu."
Jabir berkata, "Aku ingin mengistirahatkan binatang ini dan tidak bergantung dengan kaumku. Sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah bersabda, " Barang siapa kakinya terkena debu di jalan Allah, Maka Allah mengharamkan atasnya api neraka."
Malik terus berjalan hingga sampai pada jarak dimana dia bisa memperdengarkan suaranya, kemudian ia berteriak dengan sekeras-kerasnya kepada Jabir, "Wahai Abu Abdullah! Naikilah tungganganmu itu, sesungguhnya Allah telah mengaruniakannya kepadamu."
Maka Jabir mengetahui apa yang diinginkan oleh Malik, lalu ia pun berkata, "Aku hanya ingin membiarkan binatangku istirahat dan aku tidak bergantung kepada kaumku. Aku mendengar Rasulullah bersabda, "Barangsiapa kakinya terkena debu di jalan Allah, maka Allah mengharamkan atasnya api neraka."
Maka orang-orang pun melompat dari binatang tunggangannya masing-masing untuk berjalan kaki. Dan aku tidak melihat suatu hari dimana lebih banyak orang yang berjalan kaki daripada hari itu."
Diriwayatkan oleh Abu Ya'la dengan sanad yang Jayyid, Hanya saja beliau mengatakan: Dari Sulaiman bin Musa, katanya: Ketika kami sedang berjalan jalan - kemudian dinyatakan seperti riwayat diatas. Dalam riwayat tersebut jabir berkata, "Aku telah mendengar Rasuullah bersabda, "Tidaklah kedua tapak kaki seorang hamba Allah terekena debu di jalan Allah, melainkan Alah mengharamkan api neraka atas kedua kakinya."
Maka Malik pun turun dari binatang tunggangannya lalu berjalan kaki, demikian juga orang banyak. Maka tidak terlihat satu hari pun yang lebih banyak pejalan kakinya daripada hari itu."
Sebagaimana tersebut dalam at Targhib (2/396). Al Haitsami berkata (5/286): Diriwayatkan oleh Abu Ya'la dengan perawi yangs emuanya kuat. Al Haitsami berkata dalam kitab al Ishlah (3/126) : Hadits ini telah dikeluarkan oleh Abu Dawud dan at Thayalisi dalam kitab Musnadnya, dengan sanad tersebut di atas - yaitu dari Abu Mushabih. Dalam riwayat itu ia berkata : Tiba - tiba Jabir bin Abdillah lewat. Demikian juga Ibnu al Mubarak telan meriwayatkannya dalam kitab al Jihad ; riwayat ini juga terdapat dalam Musnad al Imam Ahmad dan Shahih Ibnu Hibban melalui Ibnu al Mubarak - selesai.
Al Baihaqi meriwayatkannya (juz 9, hal. 162) melalui jalan Abu Al Mushabih - semisal hadits tersebut.
