Setiap orang pasti pernah melakukan perbuatan dosa, baik dosa kecil ataupun dosa besar. Maka sebaik-baik orang yang berbuat dosa adalah orang yang setelah berbuat dosa langsung bertaubat minta ampun kepada Allah, untuk itulah perlunya kita merasa bahwa diri kita ini banyak dosa, sehingga kita senantiasa beristighfar minta ampun kepada Allah.
Merasa besarnya suatu dosa jangan menjadikan kita berputus asa dari rahmat Allah, merasa besarnya suatu dosa itu suatu perbuatan yang baik, jika menimbulkan rasa akan bertaubat dan niat tidak akan mengulanginya untuk selamanya. Tetapi jika merasa besatnya dosa itu akan menyebabkan putus rahmat dari Allah, merasa seolah-olah rahmat dan ampunan Allah tidak akan dapat memaafkannya, maka perasaan yang demikian itu lebih berbahaya baginya dari dosa besar yang telah ia lakukan, sebab putus asa dari rahmat Allah itu dosa yang sangat besar, karena seperti perasaan orang kafir kepada Allah.
" Demi Allah yang jiwaku ditangganNya, andaikan kamu tidak berbuat dosa niscaya Allah akan mematikan kamu, dan akan mendatangkan suatu kaum yang berbuatdosa lalu istighfar (minta ampun) dan kemudian diberikan ampunan bagi mereka."
Rosulullah juga bersabda :
" Andaikan perbuatan dosa itu tidak lebih baik bagi seorang mukmin daripada ujub (sombong), maka Allah tidak akan membiarkan seorang mukmin berbuat dosa untuk selamanya."
Imam Ibnu Athoillah dalam kitab Al-Hikam mengatakan :
لا يعظم الذنب عندك عظمة تصدك عن حسن الظنّ بالله تعالى فانّ من عرف ربّه استسغر في جنب كرمه ذنبه
" Jangan sampai terasa bagimu kebesaran suatu dosa, hingga dapata merintangi engkau dari sangka baik kepada Allah, sebab, siapa yang benar-benar mengenal Allah, maka ia kan menganggap kecil dosa-dosanya itu dibandingkan keluasan kemurahan Allah." (Hikam, maqolah ke 59)
Abdullah bin Mas'ud berkata," Seorang mukmin melihat dosanya bagaikan bukit yang akan menimbunnya, sedang orang munafik melihat dosanya bagaikan lalat yang hinggap diujung hidungnya, maka diusir dengan tangannya.

