KESAN MENGENAI SAHABAT NABI, ABU UBAIDAH BIN JARRAH R.A

0
Abu Ubaidah bin Jarrah r.a
Diriwayatkan oleh al Hakim di dalam al Mustadrak (3/2 64) dan Abu Said al Maqburi, katanya: Ketika Abu Ubaidah terserang penyakit tha’un, beliau berkata, “Hai Mu’adz, jadilah imam shalat untuk orang banyak.” Mu’adz pun mengerjakannya.


Ketika Abu Übaidah bin al Jarrah meninggal dunia, Mu’adz berkhutbah kepada orang banyak dengan berkata, ‘Wahai manusia, bertaubatlah kalian kepada Allah dan dosa-dosa kalian dengan sebenar-.benar taubat karena sesungguhnya tiada seorang hamba pun yang bertemu Allah dalam keadaan bertobat dan dosa-dosanya, melainkan wajib bagi Allah untuk mengampuni dosanya.” Kemudian ia berkata lagi, “Sesungguhnya kamu wahai manusia, telah kehilangan seorang lelaki yang — demi Allah — aku menyangka tidak pernah melihat seorang hamba Allah yang lebih sedikit dendamnya, yang lebih bersih hatinya, yang paling jauh dan perbuatan merusak, yang lebih sangat cintanya terhadap kehidupan akhirat, dan yang lebih banyak memberi nasihat kepada manusia daripada Abu Ubaidah ini. Maka mohonkanlah rahmat untuknya kemudian keluarlah kalian ke lapangan untuk menshalatkana

Demi Allah, tidak akan datang kepada kalian seorang seperti dia selam a-lamanya.” 
Maka manusia pun berkumpul dan jenazah Abu Ubaidah diangkat keluar untuk dishalatkan. Mu’adz tampil ke depan untuk menyalatkan jenazahnya. Ketika mereka memasuki pemakaman, Mu’adz bin Jabal, Amr bin al Ash dan Dhahák bin Qais masuk ke liang lahat dan meletakkan jenazah Abu Ubaidah di dalamnya, setelah itu mereka keluar dan menaburkan tanah ke atas jenazahnya. Kemudian Mu’adz bin Jabal berkata, “Hai Abu Ubaidah, sesungguhnya aku akan memujimu dan aku tidak akan berkata dengan perkataan dusta mengenai dirimu karena aku takut murka Allah akan menimpaku. Engkau, demi Allah, sejauh yang aku ketahui, adalah orang-orang yang senantiasa mengingat Allah banyak-banyak, dan dari kalangan mereka yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila mereka dicela oleh orang jahil, mereka akan mengucapkan selamat. 
(Engkau juga) dari kalangan mereka yang apabila membelanjakan hartanya tidaklah berlebihan dan tidakjuga kikir, tetapi pertengahan di antara keduanya. Demi Allah, engkau termasuk orang yang khusyu’ dan taat, yang selalu bertawadhu’, yaitu orang-orang yang selalu mencintai anak-anak yatim dan orang-orang miskin dan sangat benci kepada pengkhianat-pengkhianat yang menyombongkan diri.” 

Post a Comment

0Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
Post a Comment (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !