SANAD ILMU MAULANA ILYAS SAMPAI RASULULLAH SAW
![]() |
| Maulana Ilyas Al Kandahlawi |
Imam Syafi’i ~rahimahullah mengatakan “tiada ilmu tanpa sanad”.
Ibnul Mubarak berkata :”Sanad merupakan bagian dari agama, kalaulah bukan karena sanad, maka pasti akan bisa berkata siapa saja yang mau dengan apa saja yang diinginkannya (dengan akal pikirannya sendiri).” (Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Muqoddimah kitab Shahihnya 1/47 no:32 )
Imam Malik ra berkata: “Janganlah engkau membawa ilmu (yang kau pelajari) dari orang yang tidak engkau ketahui catatan (riwayat) pendidikannya (sanad ilmu)”
Al-Hafidh Imam Attsauri ~rahimullah mengatakan “Penuntut ilmu tanpa sanad adalah bagaikan orang yang ingin naik ke atap rumah tanpa tangga”
Bahkan Al-Imam Abu Yazid Al-Bustamiy , quddisa sirruh (Makna tafsir QS.Al-Kahfi 60) ; “Barangsiapa tidak memiliki susunan guru dalam bimbingan agamanya, tidak ragu lagi niscaya gurunya syetan” Tafsir Ruhul-Bayan Juz 5 hal. 203
Berikut ini akan kami cantumkan beberapa sanad ilmu Maulana Ilyas rah.a
Telah diturunkan dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam kepada para sahabat, tabi’in, tabi’ tabi’in dan terus pada para Ulama’ hingga saat ini. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda pada hari perhimpunan Haji Wada’, 9 Dzulhijjah tahun 9 Hijrah, hari jum’at, selepas shalat ashar “Sampaikan dari ku walaupun satu ayat..”
1. Rasulullah shallallah ‘alaihi wasallam
2. Abdullah bin ‘Umar bin al-Ash radhiyallahu ‘anhu
3. Abu Qasiyyah rahmatullah ‘alaih
4. Hassan bin Autiyyah rahmatullah ‘alaih
5. Auza’i rahmatullah ‘alaih
6. Dahhak bin Makhlash rahmatullah ‘alaih
7. Amirul Mukminin Fi Hadits wa Imamul Muhaditsin,
8. Muhammad bin Isamail bin Al-Barzabah Al-Bukhari rahmatullah ‘alaih
9. Muhammad bin Yusuf Al-Qarbawi rahmatullah ‘alaih
10. Muhammad bin Ahmad At-Tarukhi rahmatullah ‘alaih
11. Muhammad Abdullah Muhammad bin Muzaffar Al-Ra’udi rahmatullah ‘alaih
12. Abdul Awwal Abdul Rahman bin Isa al-Harawi rahmatullah ‘alaih
13. Abu Hussain bin Mubarak Al-jabiili rahmatullah ‘alaih
14. Muhammad bin Ibrahim At-Tanukhi rahmatullah ‘alaih
15. Ahmad bin Ali bin Ahmad bin Hajar Al-Ashqolani Al-Khinani rahmatullah ‘alaih
16. Zainul Abidin Muhammad bin Zakariyya Al-Ansari rahmatullah ‘alaih
17. Syamsuddin Muhammad bin Ahmad Ar-Romawi rahmatullah ‘alaih
18. Muhammad bin Ahmad bin Quddus rahmatullah ‘alaih
19. Ahmad Al-Qusyayi rahmatullah ‘alaih
20. Ibrahim Al-Qurdi rahmatullah ‘alaih
21. Abu Tahir bin Ibrahim Al-Qurdi rahmatullah ‘alaih
22. Maulana Muhammad bin Abdul Rahim rahmatullah ‘alaih
23. Syah Waliyullah Muhaditsin Al-Dehlawi rahmatullah ‘alaih
24. Maulana Abdul Aziz Al-Dehlawi rahmatullah ‘alaih
25. Maulana Muhammad Bin Ishaq Al-Dehlawi rahmatullah ‘alaih
26. Maulana Muhammad bin Ali Al-Dehlawi rahmatullah ‘alaih
27. Maulana Abdul Ghani Al-Dehlawi rahmatullah ‘alaih
28. Maulana Rasyid Ahmad Gangohi rahmatullah ‘alaih
29. Maulana Muhammad Ilyas bin Ismail Al-Kandahlawi rahmatullah ‘alaih
30. Maulana Muhammad Yusuf bin Ilyas Al-Kandahlawi rahmatullah ‘alaih
31. Maulana ‘Inamul Hassan Al-Kandahlawi rahmatullah ‘alaih
32. Maulana Muhammad Saad Al-Kandahlawi dan Maulana Zubairul Hassan Al-Kandahlawi (ulama yang menjadi syura usaha dakwah dan tabligh sekarang)
Kehidupan Maulana Ilyas rah.a.
Usaha dakwah dan tabligh ialah satu usaha yang sangat mulia.Ia bukanlah satu gerakan, persatuan maupun jamaah tabligh` kerana usaha ini telah dibuat oleh para anbiyaa`(Nabi) alaihish shollatu wassalam yang telah dihantar oleh Allah subhanahu wata’ala sebanyak 124.000 yaitu mengajak manusia supaya kenal Allah, beriman dengan Allah, yakin dengan kudrat Allah, yakin penyelesaian masalah ada di dalam amal agama bukan di dalam `maal`(kebendaan). Ummat Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam telah diberi peluang untuk buat usaha yang sangat mulia ini kerana sebelum kita diwujudkan (dilahirkan dimuka bumi), usaha ini hanya ditugaskan oleh Allah untuk para Anbiya alaihish shollatu wassalam, yang mana mereka termasuk orang yang maksum dan suci.
![]() |
| Maulana Saad Al Kandahlawi |
Namun selama ini banyak yang masih meraguan silsilah kerja Nabi ini. Banyak yang mencemooh orang yang melakukan kerja dakwah yang mulia ini. Sesungguhnya usaha ini adalah usaha yang haq (benar) dan merupakan hadiah terbesar untuk Ummat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Usaha ini mempunyai silsilah bersambung sampai kepada Baginda shallallahu ‘alaihi wasallam.
Maulana Ilyas rahmatullah ‘alaih berkata bahwa “Usaha yang aku buat ini bukan usaha yang dibuat sekarang. Andai aku lakukan usaha yang ada sekarang maka aku bukan kedepan, malah aku ketinggalan sejauh 1400 tahun. Inilah ketinggian fikir seorang penyambung usaha yang mulia.” Perlu kita ketahui juga bahwa ada beberapa amalan tariqat yang juga mempunyai silsilah sampai kepada Rasulullah. Tapi itu bukan maksud utama untuk ummat ini diutus, sehingga Allah letakkan ummat ini pada satu kedudukan yang tertinggi dibanding ummat terdahulu.
Mudah-mudahan kita bisa menjadi hamba Allah yang Ahlul Ilmi dan juga Ahlu Dakwah Amiin................



👍👍👍cinta dakwah
ReplyDelete