Dakwah Nabi saw. Kepada Khalid bin Sa’id bin al Ash R.a.

0
Diriwayatkan oleh Baihaqi dari Ja’far bin Muhammad bin Khalid bin Zubair, dari ayahnya atau dari Muhammad bin Abdullah bin Amr bin Utsman, katanya: Ke-Islaman Khalid bin Sa’id bin al Ash telah berlangsung lama dan ia adalah orang yang terdahulu memeluk Islam sebelum saudara saudaranya yang lain. Ke-Islamannya disebabkan karena ia bermimpi dirinya berdiri di tepian nyala api. Ia menceritakan bagaimana besarnya api itu, namun hanya Allah saja yang mengetahumnya. Ia melihat dalam mimpi itu seakan-akan ayahnya mendorong dirinya, dan Rasulullah saw. menahan kain ikat pinggangnya agar ia tidak jatuh ke dalam api itu. Ketika bangun dia berkata, “Aku bersumpah dengan nama Allah bahwa mimpi itu adalah benar.”


Maka ia menemui Abu Bakar bin Abu Qufahah dan menceritakan mimpi itu kepadanya. Abu Bakar r.a. Berkata, “Kebaikan telah dikehendaki padamu. Ia adalah Rasulullah saw. maka ikutilah ia karena sesungguhnya engkau akan mengikutinya dan masuk ke dalam agama Islam bersama beliau, dan Islam akan menghindarkan kamu dan masuk ke dalam api neraka. Sedang ayahmu telah masuk ke dalamnya.” 

Maka ia pun menemui Rasulullah saw. yang ketika itu berada di suatu tempat yang bernama Ajyad (di Makkah). Ia berkata kepada Rasulullah saw., “Wahai Rasulullah, kepada siapakah engkau mengajak manusia?” 

Jawab Rasulullah saw., “Aku mengajakmu kepada Allah Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya dan bahwa sesungguhnya Muhammad itu adalah hamba dan utusan-Nya, kamu tinggalkan penyembahan kepada berhala yang tidak dapat mendengar, tidak memudharati, tidak bisa melihat, tidak dapat memberikan manfaat dan tidak mengetahui siapa yang menyembahnya dan siapakah yang tidak menyembahnya.” 
Khalid pun berkata, “Sesungguhnya aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa engkau adalah utusan Allah.” 

Rasulullah saw. merasa sangat gembira dengan ke-Islamannya. Khalid segera pergi ‘dan tidak pernah muncul lagi. Tak lama kemudian ayahnya mengetahui tentang ke-Islamannya. Ayahnya menyuruh orang untuk mencarinya. Setelah dibawa kepadanya, ayahnya mencaci makinya dan mencambuknya dengan pecut sehingga pecut itu patah di atas kepala Khalid. Ayah Khalid berkata, “Demi Tuhan, aku tidak akan memberirnu makan!” 

Khalid berkata, “Seandainya engkau tidak memberiku makan, maka sesungguhnya Allah yang mengaruniakan rezeki kepadaku yang membuatku bisa terus hidup.” 

Setelah berkata demikian, Khalid pergi menemui Rasulullah saw.. Dia selalu mengiringi Nabi saw. serta berdampingan dengannya. Kisah ini diriwayatkan dalam kitab al Bidaayah (3/32). 

Dikeluarkan oleh Hakim di dalam al Mustadrak (3/428) dan jalur al Waqidi, dan Ja’far bin Muhammad bin Khalid bin Zubair, dan Muhammad bin Abdullah bin Amr bin Utsman. 
Dinyatakan dalam haditsnya bahwa ayahnya menyuruh saudara-saudara lelaki Khalid lainnya yang masih ada yang belum masuk Islam, dan menyuruh Rafi’ — bekas budaknya — untuk mencari Khalid. Mereka berhasil menemukan Khalid dan membawanya pulang untuk menemui ayahnya, Abu Ahaihah. Ayahnya menampar dan memaki Khalid serta memukul tangannya dengan kayu, sampai ia memecahkan kayu itu di bagian kepalanya, kemudian berkata, “Apakah kamu telah menjadi pengikut Muhammad padahal kamu melihat bahwa ia menyelisihi kaumnya dan menghina tuhan-tuhan mereka dan para nenek moyang mereka?” 

Khalid berkata, “Demi Allah, beliau adalah benar dan aku telah mengikutinya.” 
Ayahnya sangat marah mendengar perkataan Khalid itu, kemudian mencelanya seraya berkata, “Pergilah, hai anak bodoh lagi tercela! Pergilah ke mana saja engkau suka. Demi Allah, aku tidak akan memberi makan padamu.” 
Khalid berkata, “Jika engkau tidak memberi makan kepadaku, maka sesungguhnya Allah Azza wa jalla akan mengaruniakai-i rezeki kepadaku yang membuatku bisa terus hidup.” 
Ayahnya pun mengusirnya dan berkata kepada saudara-saudaranya yang lain, “Janganlah kalian berbicara dengannya. Jika kalian lakukan, aku akan memperlakukan siapa saja yang berbicara dengannya sebagaimana perlakuanku padanya.” 

Khalid pun pergi menemui Rasulullah saw. dan senantiasa mendampingi baginda saw.. 
Diriwayatkan oleh Ibnu Sa’d (4/94) dari al Waqidi, dari Ja’far bin Muhammad bin Abdullah hadits seperti itu dengan panjang lebar. 

Begitu juga sebagaimana yang telah diriwayatkannya dalam kitab al Istiidab (1/401) dari jalur al Waqidi dengan sedikit tambahan di dalamnya, _____ yaitu: Khalid pun bersembunyi dari ayahnya di pinggiran kota Makkah hingga sahabat-sahabat Rasulullah saw. hijrah ke Habsyah untuk kedua kalinya, dan Khalid ikut serta dalam rombongan hijrah yang kedua. 

Diriwayatkan juga oleh Hakim (3/349) dari Khalid bin Sa’id bahwa Sa’id bin Ash bin Umayyah menderita sakit dan berkata, “Seandainya Allah menyembuhkan penyakitku, maka tuhannya Ibnu Abu Kabsyah (Rasulullah saw.) di kalangan penduduk Makkah tidak akan disembah untuk selamalamanya.” Di saat itu Khalid bin Sa’id berdoá, “Ya Allah, janganlah engkau sembuhkan penyakitnya.” 

Kemudian dia meninggal disebabkan penyakitnya itu. Demikianlah yang telah diriwayatkan oleh Ibnu Sa’d (4/95). 


By. Syukron Maba. http://www.kisahsahabat.com/
Tags

Post a Comment

0Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
Post a Comment (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !