Bai'at Atas Islam

0
Ath Thabrani meriwayatkan dan Jarir r. a., katanya: Kami telah berbaiát kepada Rasulullah saw. dalam beberapa urusan yang para wanita juga telah berbaiát kepada Rasulullah saw. dalam urusan itu. Siapa saja di antara kami mati dan tidak mengerjakan satu pun di antara urusan-urusan itu, ia dijamin mendapatkan Jannah. Dan siapa saja di antara kami mati sedang ia mengerjakan salah satunya, sementara hukum had telah ditegakkan atas dirinya, maka itu menjadi penebus baginya. Dan barangsiapa di antara kami yang mati dalam keadaan pernah melakukan salah satunya, lalu Allah menutupi perbuatannya, maka hisabnya terserah kepada Allah Swt. .
Al Haitsami berkomentar dalam Majma’ az Zawa’id (juz 6, hal. 36) bahwa di dalam sanadnya terdapat Sail bin Harun, dan Abu Nu’aim menganggapnya tsiqat dan sebagian golongan mendha’ifkannya; sedang para rawi lainnya adalah rawi-rawi shahih — selesai. 

Diriwayatkan oleh Ahmad dari Abdullah bin Utsman bin Khutsaim, bahw a Muhammad bin al Aswad bin Khalaf telah memberitakan bahwa ayahnya, al Aswad r.a. pernah melihat Rasulullah saw. membaiát orang banyak pada hari penaklukan Makkah. Kata Abdullah, “Rasulullah saw. duduk di atas bukit Mashqalah dan membaiát mereka atas Islam dan syahadat.” 
Aku (Ahmad) bertanya, “Apa itu syahadat?” 
Dia menjawab, “Muhammad bin al Aswad bin Khalaf telah memberitahuku bahwa Rasulullah saw. telah membaiát mereka atas keimanan kepada Allah dan syahadat (persaksian) bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan sesungguhnya Muhammad itu hamba dan pesuruhNya.:6 

Al Haitsami (juz 6, hal. 37) mengatakan bahwa para rawinya adalah orang-orang yang tsiqat; dalam riwayat al Baihaqi disebutkan: Maka orang orang pun datang, tua muda, lelaki perempuan, dan Rasulullah saw. memb aiát mereka di atas Islam dan syahadat.
Tags

Post a Comment

0Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
Post a Comment (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !