Kisah Sahabat Nabi: Abu Bakar Mengirim Tentara Usamah Untuk Mentaati Perintah Rasulullah saw.

0
Ketika berita wafatnya Rasulullah saw. sampai ke pengetahuan kabil ah-kabilah Arab lainnya, maka banyak di antara mereka yang murtad dari agama Islam. 
Abu Bakar berkata kepada Usamah, “Bergeraklah kamu ke arah tujuan yang telah diperintahkan oleh Rasulullah saw. kepadamu.”
Maka para sahabat pun bersiap untuk berangkat dan bermarkas di tempat mereka yang dahulu. 
Buraidah berangkat dengan membawa panji itu sehingga sampai di markas tentara Usamah yang dahulu. 

Keadaan ini menimbulkan perasaan tidak puas di hati para Muhajirin awal (sahabats ahabat Muhajirin yang terkemuka dan senior). Maka Umar, Utsman, Abu Ubaidah, Sa’d bin Abi Waqqash dan Sa’id bin Zaid menemui Abu Bakar r.a. lalu berkata kepadanya, “Wahai khalifah Rasulullah! Sesungguhnya orang orang Arab telah melawanmu dari segenap penjuru dan melepaskan diri dari ketaatan kepadamu. Sesungguhnya engkau tidak akan bisa berbuat apa-apa dengan memecah pasukan yang tersebar itu. Persiapkan saja mereka untuk melawan orang-orang murtad itu dan mengembalikan mereka kepada agama Islam. Lagi pula, kami tidak merasa aman terhadap penduduk Madinah, kalau-kalau mereka nanti diserang. Sedang di sana hanya ada anak-anak dan para wanita. Sebaiknya engkau tangguhkan dulu kepergian tentara itu untuk melawan Romawi, sehingga Islam kembali kuat seperti semula, orang-orang murtad pun kembali kepada Islam atau mereka dihancurkan dengan pedang. Kemudian setelah itu, barulah engkau mengirim tentara Usarnah, sehingga kami merasa aman dan penyerangan Romawi.” 

Setelah Abu Bakar mendengar kata-kata mereka, ia pun berkata, “Adakah dari kalian yang ingin mengatakan sesuatu lagi?” 
Mereka menjawab, “Tidak, sesungguhnya engkau telah mendengar semua pendapat kami.” 
Setelah Abu Bakar mendengar ucapan mereka secara keseluruhan, ia berkata, “Demi Dia yang memegang nyawaku di tangan-Nya ! Sekiranya aku menduga binatang-binatang buas akan memakanku di Madinah, niscaya aku tetap akan mengirimkan tentara Usamah untuk berangkat dan tidak akan melakukan sesuatu pun sebelum pengiriman pasukan itu. Bagaimana tidak, sedangkan telah turun wahyu kepada Rasulullah saw. yang mengatakan, ‘Berangkatkan tentara Usamah.’ Akan tetapi ada satu hal yang akan kubicarakan dengan Usamah, yaitu agar Umar tetap tinggal di sini (Madinah), karena kami sangat membutuhkannya sebagai seorang ahli pikir. Demi Allah! Aku tidak tahu apakah Usamah akan mengizinkan hal itu atau tidak. Jika Ia menolak, aku tidak akan memaksanya.” 

Para sahabat Muhajirin yang datang itu pun mulai mengerti bahwa Abu Bakar telah bulat tekadnya untuk memberangkatkan tentara Usamah. 

Abu Bakar berjalan menuju rumah Usamah untuk meminta agar Umar tetap 
diizinkan tinggal di Madinah. Maka Usamah pun mengizinkannya. 
Abu Bakar berkata kepada Usamah, “Apakah engkau memberikan izin dengan senang hati?” 
Jawab Usamah, “Ya.” 

Kemudian Abu Bakar keluar dan memerintahkan seseorang untuk menyeru, “Satu ketetapan dariku, agar orang-orang yang dahulu pernah ditugasi semasa hidup Rasulullah saw. untuk berangkat bersama Usamah, tidak tertinggal dari pasukan Usamah. Karena tiada aku didatangkan seorang yang terlambat untuk berangkat, melainkan aku pasti menyuruhnya untuk menyusul dengan berjalan kaki” 

Abu Bakar juga mengirim utusan kepada kalangan Muhajirin awal yang pernah mempermasalahkan pelantikan Usamah sebagai amir; ia bersikap tegas kepada mereka dan memerintahkan mereka agar berangkat bersam a tentara Usamah. Maka, tidak ada seorang pun dari kalangan mereka yang tertinggal dari pasukan Usamah. Kemudian Abu Bakar keluar untuk mengucapkan selamat jalan kepada mereka. Ketika itu Usamah menaiki tunggangannya bersama. para sahabatnya yang berjumlah tiga ribu orang, dengan seribu ekor kuda. 

Abu Bakar mengantarkan Usamah dengan berjalan kaki di sampingn ya, lalu berkata kepadanya, “Aku titipkan kepada Allah agama kalian, kewajiban-kewajiban syariat kalian, dan penutup ámalan kalian. Sesungguhnya Rasulullah saw. telah berwasiat kepadamu, maka laksanakanlah perintahnya. Sesungguhnya aku tidak memerintahkan engkau dan tidak pula menghalanginya. Karena aku hanya melaksanakan perintah Rasulullah saw..” 

Kemudian Usamah dan tentaranya berangkat melalui kawasan yang penduduknya tidak murtad dari Islam, seperti bani Juhainah dan selainnya dan kalangan suku Qudhaáh. Ketika ia berkemah di Wadi Qura, ia mengirim seorang mata-mata dari Bani Udzrah yang dipanggil Huraits. Ia bergerak mendahului tentara Usamah dengan menaiki kendaraannya hingga sampai di kota Abna. Ia mengamati keadaan di sana, serta mencari dan menghapal jalannya. Kemudian ia kembali menemui Usamah dalam waktu dua hari perjalanan dari Abna. Ia memberitahu Usamah bahwa orang-orang di kota itu dalam keadaan lengah dan tidak memiliki tentara. Ia menyuruh agar Usamah mempercepat perjalanannya sebelum tentara mereka bersatu dan memecah serangan dan berbagai arah. 
Sebagaimana tersebut dalam Mukhtashar Ibrzu Asakir. Dan telah disebutkan dalam Kanz al Ummal (juz 5, hal. 312) dan Ibnu Asakir melalui jalan al Waqidi, dan Usamah r.a.. Al Hafizh juga mengisyaratkan hadits terebut dalain Fath at Ban (juz 8, hal. 107)

By. Kisah Sahabat. http://www.kisahsahabat.com/
Tags

Post a Comment

0Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
Post a Comment (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !