Kisah taubatnya seorang Pemabuk

0
SyukronMaba - Di sebuah kota, hiduplah seorang laki- laki pemabuk. Pada suatu hari ia mengadakan pesta bersama teman- temannya. semua temannya duduk menunggu minuman yang akan dihidangkan. ketika itu, ia memberi uang sebesar empat dinar kepada hamba sahaya laki- lakinya u
ntuk membeli buah- buahan di pasar sebelum minuman dihidangkan.
Dalam perjalanan kepasar hamba sahaya terse
but berjumpa dengan Syaikh Manshur bin Ammar Bashri rah.a. yang sedang mengadakan pertemuan dengan para muridnya. Syaikh tersebut mendorong kepada para hadirin agar menyedekahkan empat dinar kepada fakir miskin yang sangat memerlukan. Ia berkata, " Barang siapa memberi empat dinar kepada fakir miskin, aku akan memberinya empat Do'a." Mendengar perkataan tersebut, Hamba sahaya itu memberikan empat dinar kepada fakir miskin. Kemudian Syaikh Manshur bin Ammar Bashri rah. a berkata, "Sebutkan empat permohonanmu."
Hamba sahaya itu berkata." Aku memiliki seorang tuan, aku ingin bebas darinya."
Manshur rah.a. pun berdoa kepada Allah swt. agar permohonan hamba sahaya tersebut dikabulkan.
Kemudian syaikh berkata lagi," Apa keinginanmu yang kedua?."
Hamab tersebut berkata," Saya ingin agar Allah swt melunasi uang empat dinar yang  saya berikan."
Syaikh pun mendo'akannya.
Kemudaian Syaikh berkata lagi," Apa keinginanmu yang ketiga?."
Hamba sahaya itu berkata." Saya ingin majikan saya diberi taufik oleh Allah swt. untuk bertaubat dan Allah swt. menerima taubatnya."
Syaikh pun mendo'akannya, dan berkata lagi." Apa keinginanmu yang keempat?"
Hamba sahaya tersebut berkata." yang terakhir, aku ingin agar Allah swt. mengampuni dir saya, majikan saya, engkau, dan yang hadir dalam majlis ini."
Syaikh pun berdoa kepada Allah swt. agar menganugrahkan ampunan kepada mereka semua.

Setelah itu hamba sahaya tersebut kembali kepada majikannya dengan tangan kosong. Dalam perjalanan pulang, Ia merasa khawatir jangan- jangan ia akan mendapatkan hukuman cambuk dari majikannya.
Setibanya di rumah, majikannya sedang menuggu dan berkata," mengapa kamu sangat lama sekali di pasar?".
Hamba sahaya tersebut menceritakan semua yang baru saja dialaminya kepada majikannya. Bahkan majikannya bertanya kepada hamba sahaya tersebut," Do'a apa yang kamu minta?"
Hamba sahaya tersebut berkata," Saya minta agar dimerdekakan"
Majikannya berkata," Aku telah memerdekakanmu, Lantas do'a yang kedua apa?"
Hamba sahaya itu menjawab," saya ingin mendapat ganti dari dinnar ini"
Majikannya berkata,"Aku akan memberikan 4000 dinar kepadamu". "terus apa permohonanmu yang ketiga?"
Hamba sahaya itu berkata," Semoga Allah memberimu taufik untuk bertaubat dari minuman keras, kefasikan dan perbujatan dosa"
Majikannya berkata,"Aku telah bertaubat dari semua dosaku" Apa do'a yang terakhir?"
Hamba sahaya itu berkata," Semoga Allah mengampuni saya, diri engkau, Syaikh Manshur, dan semua yang hadir di majlis itu."
Majikannya berkata," Kalau itu diluar kekuasaanku".

Pada malam harinya, Majikan tersebut bermimpi melihat seseoarang berkata," Jika kamu telah mengerjakan tiga hal yang berada didalam kekuasaanmu, apakah kamu berfikir  bahwa aku tidaka akan apa yang ada dalam kekuasaan-Ku? Aku telah mengampunimu, hamba sahaya itu, Manshur, dan semua yang hadir di majlis itu."

Dari kitab Fadhilah sedekah karangan Maulana Muhammad Zakariyya al-Kandahlawi Rah.a.

Post a Comment

0Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
Post a Comment (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !