Khotbahnya Utbah bin Ghazwan r.a. tentang Surga dan Neraka

0
Dari Khalid bin Umair al Adawiy r. a. menceritakan, “Utbah bin Ghazwan r.a. (yang ketika itu sebagai gubernur Basrah) pernah berkhutbah di hadapan kami. Setelah memanjatkan puji-pujian dan sanjungan kepada Allah, ia berkata, “Ammaa ba’du, bahwa sesungguhnya dunia telah mengumumkan kesudahannya, dan Ia telah berpaling dengan cepat, dan tidak ada yang tertinggal padanya kecuali setetes seperti sisa air susu dalam sebuah mangkuk yang berusaha diisap oleh pemiliknya. Dan sesungguhnya kalian akan berpindah dari dunia ini kepada suatu tempat yang tidak pernah berakhir. Karena itu berpindahlah kalian dengan membawa sebaik-baik (bekal amal) yang sekarang ada pada kalian, karena sesungguhnya telah disebutkan kepada kita bahwa apabila sebuah batu dilemparkan dari pinggiran neraka, maka batu itu akan jatuh melayang-layang terus selama 70 tahun belum mencapai dasar (neraka). Dan demi Allah, sungguh (suatu saat kelak) neraka itu akan terisi penuh (dengan manusia dan jin). Maka apakah hal ini tidak mengherankan kalian? Dan juga telah disebutkan pada kita bahwa jarak antara dua sisi daun pintu dari pintu-pintu surga adalah 40 tahun perjalanan, dan sungguh akan datang (suatu saat nanti) jarak ini akan dirapatkan karena besarnya jumlah ahli sunga. Dan sungguh aku telah melihat keadaanku yang ketika itu aku adalah orang yang ketujuh dari tujuh orang sahabat Rasulullah saw., yang mana kami tidak memperoleh sesuatu untuk dimakan kecuali daun-daun pohon, sehingga rongga-rongga mulut kami menjadi luka-luka bernanah. Kemudian aku meminta sehelai kain kasar, lalu aku menyobeknya menjadi dua bagian, sebagian untukku dan sebagian untuk Sa’ad bin Malik. Maka setengah kain itu aku pakai untuk menutup seluruh badanku, dan Sa’ad pun memakai setengah helal lainnya. Akan tetapi pada hari ini, tiada seorang di antara kami melainkan ia telah menjadi seorang amir (gubernur) di suatu kota di antara kota-kota besar. Dan sesungguhnya aku berlindung kepada Allah dari merasa besar dalam pandanganku, padahal kecil dalam pandangan Allah. Dan sesungguhnya tidak ada satu (masa) kenabian pun, melainkan (suatu saat nanti) kenabian itu akan berubah sehingga ujung-ujungnya menjadi kerajaan (duniawi semata). Karena itu, pada masa mendatang nanti, kalian akan mengalami amir-amir (gubernur-gubernun) lain setelah kami.” 
(Hr. Muslim)

Post a Comment

0Comments
* Please Don't Spam Here. All the Comments are Reviewed by Admin.
Post a Comment (0)

#buttons=(Accept !) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Accept !