Dalam fenomena yang terjadi sekarang, khususnya di kota-kota besar, banyak kita jumpai pengemis yang selalu meminta belas kasihan dari siapa saja yang ditemuinya, dan tak jarang pula ada pengemis yang sedikit memaksa, bahkan ada juga pengemis yang menolak diberi karena terlalu sedikit. Maraknya orang yang berprofesi sebagai pengemis pada mulanya bukan disebabkan karena kemiskinan yang dialaminya, tapi karena setiap memiliki keperluan mereka mengandalkan manusia sebagi jalan keluarnya, bukannya kepada Allah Yang Rozzaq.
Oleh karena itulah seberapa banyak yang diperoleh pengemis dari hasil mengemis, tidak akan membuat mereka cukup. Sebagaimana kabar pemberitaan media masa yang menyebutkan ada seorang pengemis yang berpenghasilan 10jt perbulan, bahkan bisa lebih. Namun kehidupanya tidak berubah, karena Allah selalu memberikan keperluan demi keperluan.
Dari Abdullah bin Mas'ud r.a., Rosulullah bersabda,
" Barang siapa yang tertimpa kelaparan, lalu ia meminta minta kepada manusia, kelaparannya tidak akan hilang. Dan barangsiapa tertimpa kelaparan, lalu mengadukannya kepada Allah, maka Allah akan memberikan kepadanya rezeki yang akan ia dapatkan dengan segera atau terlambat sedikit."
Maksud hadits diatas adalah orang yang selalu meminta minta kepada manusia, maka segala keperluannya tidak akan terpenuhi. Jika hari ini ia meminta-minta untuk satu keperluan, dan secara lahiriah keperluannya sudah terpenuhi, maka besok akan datang lagi suatu keperluan yang lebih besar lagi dari keperluan sebelumnya.Dan keperluannya akan terus datang. namun jika ia mengadahkan tangannya kehadapan Allah, maka keperluannya akan selalu terpenuhi, dan keperluan yang lain tidak akan datang. Dan seandainya datang pun Allah yang akan menyelesaikannya.
Dalam sebuah hadits yang lain disebutkan,"
Barangsiapa yang mengadukan kelaparannya dan keperluannya hanya kepada Allah. Allah akan menghilangkan kefakirannya dengan cepat, yaitu dengan kematian yang cepat atau datangnya kekayaan dengan cepat."
Cepatnya kematian mempunyai dua pengertian.
Pertama, jika waktunya telah dekat, maka Allah akan mematikannya sebelum ia menanggung musibah yang berupa kelaparan.
Kedua, matinya seseorang menjadi sebab ia menjadi kaya. Misalnya ia mendapatkan bagian yang banyak dari harta warisan seseorang, atau ada seseorang ketika hendak mati berwasiat supaya bagian dari hartanya diberikan kepada si Fulan.
Marilah menjadi Hamba Allah yang senantiasa meminta hanya kepada Allah. Allah sangat senang apabila ada hambanya yang meminta kepada-Nya

