Mungkin antum pernah mendengar ada orang membaca Al Qur'an dengan bacaan yang berbeda dari kebiasaan orang (khususnya orang indonesia )?. Mungkin awalnya antum langsung memvonis salah.
tetapi untuk orang -orang yang sud
ah mempelajari tentang ilmu Qiro'ah (bukan ilmu tilawah), perkara itu bukan hal yang aneh dalam dunia Qiro'ah.
ah mempelajari tentang ilmu Qiro'ah (bukan ilmu tilawah), perkara itu bukan hal yang aneh dalam dunia Qiro'ah.
karena qiroah yang muktabar itu ada 10, dan yang terkenal ada tujuh, sebetulnya qirah lebih dari sepuluh, tapi itu termasyuk qira'ah Syadz,
Qiroah sab'ah ataupun Asyroh bisa di baca dalam sholat, namun untuk Qiroah yang termasuk kategori syadz tidak boleh dibaca dalam sholat, seperti Qiroahnya Imam Malik rah.a.
Qiroah syadz hanya boleh dibaca untuk tausiah, pelajaran, dan yang lainnya selain Sholat.
Orang yang tidak memahami ilmu Qiro'ah akan kesulitan untuk memahami ilmu tafsir Al Qur'an.
Mayoritas muslim Di indonesia dan belahan bumi yang lainnya menggunakan Qira'ah dari Imam 'Ashim dan melalui riwayat Hafsh, karena mudah untuk dipelajari setiap orang. khususnya dalam hal bacaan imalahnya yang cuma ada satu," Majreeha". bandingkan dengan Qira'ah dari Imam Qiro'ah yang lain...... jumlahnya bejibun, tidak usah melihat Imam Qiro'ah lain, untuk Qiro'ah Imam 'Ashim yang memalui riwayat Syu'bah ( Kakak seperguruan Hafsh ) saja jumlahnya sangat banyak.
Kalau ane Qiro'ahnya ikut Imam 'Ashim dengan riwayat Hafsh jalur Asyatibi
Berikut Nama-nama Imam Qiro'ah beserta murid utamanya( yang meriwayatka a)
- Ibnu ‘Amir
Nama lengkapnya adalah Abdullah al-Yahshshuby. Beliau seorang Qadhi ( hakim ) di Damaskus pada masa pemerintahan Walid ibnu Abdul Malik. Pannggilannya adalah Abu Imran. beliau adalah seorang tabi’in. belajar qira’ah dari Al-Mughirah ibnu Abi Syihab al-Mahzumy dari Utsman bin Affan dari Rasulullah SAW. Beliau Wafat di Damaskus pada tahun 118 H.
Perawi Ibnu 'Amir : Hisyam dan Ibnu Dzakwan.
- Ibnu Katsir
Nama lengkapnya adalah Abu Muhammad Abdullah Ibnu Katsir ad-Dary al-Makky. beliau adalah imam dalam hal qira’ah di Makkah, beliau adalah seorang tabi’in yang pernah hidup bersama sahabat Abdullah ibnu Jubair, Abu Ayyub al-Anshari dan Anas ibnu Malik. beliau wafat di Makkah pada tahun 120 H.
Perawi Ibnu Katsir : al-Bazy ( wafat pada tahun 250 H ) dan Qunbul ( wafat pada tahun 291 H.
- ‘Ashim al-Kufy
Nama lengkapnya adalah ‘Ashim ibnu Abi an-Nujud al-Asady. Disebut juga dengan Ibnu Bahdalah. Panggilannya adalah Abu Bakar. beliau adalah seorang tabi’in yang wafat pada sekitar tahun 127-128 H di Kufah.
Perawi ‘Ashim al-Kufy : Syu’bah ( wafat pada tahun 193 H ) dan Hafsah ( wafat pada tahun 180 H )
- Abu Amr
Nama lengkapnya adalah Abu ‘Amr Zabban ibnul ‘Ala’ ibnu Ammar al-Bashry seorang guru besar
pada rawi. Disebut juga sebagai namanya dengan Yahya. menurut sebagian orang nama Abu Amr itu
nama panggilannya. Beliau wafat di Kufah pada tahun 154 H.
pada rawi. Disebut juga sebagai namanya dengan Yahya. menurut sebagian orang nama Abu Amr itu
nama panggilannya. Beliau wafat di Kufah pada tahun 154 H.
Perawi Abu Amr : ad-Dury ( wafat pada tahun 246 H ) dan as-Susy ( wafat pada tahun 261 H )
- Hamzah al-Kufy
Nama lengkapnya adalah Hamzah Ibnu Habib Ibnu ‘Imarah az-Zayyat al-Fardhi ath-Thaimy seorang
bekas hamba ‘Ikrimah ibnu Rabi’ at-Taimy. dipanggil dengan Ibnu ‘Imarh. wafat di Hawan pada masa Khalifah Abu Ja’far al-Manshur tahun 156 H.
bekas hamba ‘Ikrimah ibnu Rabi’ at-Taimy. dipanggil dengan Ibnu ‘Imarh. wafat di Hawan pada masa Khalifah Abu Ja’far al-Manshur tahun 156 H.
Perawi Hamzah al-Kufy : Khalaf ( wafat tahun 229 H ) dan Khallad ( wafat tahun 220 H )
- Imam Nafi
Nama lengkapnya adalah Abu Ruwaim Nafi’ ibnu Abdurrahman ibnu Abi Na’im al-Laitsy. asalnya dari Isfahan. Dengan kemangkatan Nafi’ berakhirlah kepemimpinan para qari di Madinah al-Munawwarah. Beliau wafat pada tahun 169 H.
Perawi Imam Nafi' : Qalun ( wafat pada tahun 12 H ) dan Warasy ( wafat pada tahun 197 H )
- Al-Kisaiy
Nama lengkapnya adalah Ali Ibnu Hamzah. seorang imam nahwu golongan Kufah. Dipanggil dengan nama Abul Hasan. menurut sebagiam orang disebut dengan nama Kisaiy karena memakai kisa pada waktu ihram. Beliau wafat di Ranbawiyyah yaitu sebuah desa di Negeri Roy ketika ia dalam perjalanan ke Khurasan bersama ar-Rasyid pada tahun 189 H.
Perawi Al-Kisaiy : Abul Harits ( wafat pada tahun 424 H ) dan ad-Dury ( wafat tahun 246 H )

